PBB Terancam Bangkrut, Ini Sebabnya

PBB-PIXABAY
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terancam kehabisan uang pada akhir Oktober. Pasalnya, PBB tengah mengalami defisit anggaran sebesar USD 230 juta atau Rp 3,2 triliun.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menuturkan dalam surat yang disebarkan ke sekitar 37 ribu pegawai di sekretariat PBB, terpaksa menerapkan langkah-langkah untuk meminimalisir kesenjangan, yang belum ditentukan demi memastikan gaji dan hak para karyawan tetap terpenuhi.

“Negara-negara anggota PBB hanya membayar 70 persen dari jumlah total yang diperlukan untuk operasi anggaran rutin kami pada 2019. Ini berarti kekurangan uang tunai sebesar US$ 320 juta pada akhir September. Kami terpaksa menggunakan anggaran cadangan kami pada akhir bulan ini,” bunyi surat Guterres, Selasa (8/10).

Berdasarkan laporan, bujet operasional PBB pada 2018-2019 mencapai US$5,4 miliar atau Rp76,4 triliun. Anggaran itu tidak termasuk dana untuk memenuhi kebutuhan misi perdamaian PBB.

Guterres mengatakan, untuk menghemat pengeluaran, PBB akan menunda sejumlah pertemuan dan mengurangi pelayanan. Ia menuturkan, kantornya akan membatasi perjalanan resmi setiap pejabat PBB.

Pada awal tahun ini, Guterres juga telah meminta 193 negara anggota untuk meningkatkan kontribusi kepada badan dunia ini demi menutup kekurangan biaya. Namun, seorang pejabat PBB yang tak ingin diungkap identitasnya menuturkan para negara anggota itu menolak permintaan tersebut.

“Tanggung jawab utama terkait kesehatan finansial kami ada pada negara-negara anggota,” kata Guterres. (der/afp/fin)

Berita Terkait