Pasca Insiden Gigit Jari, Pengangkutan Sampah di Kuningan Terganggu

Jari-Digigit-Sampai-Putus
Korban bernama Momon Abdurahman melapor ke Satreskrim Polres Kuningan akibat jarinya putus digigit pelaku. Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – Insiden digigitnya ujung ibu jari sopir pengangkut sampah hingga putus Momon Abdurrahman (40), berbuntut panjang. Pasalnya, aktivitas pengangkutan sampah di sepanjang jalur Jalan Pramuka dan Jalan Ramajaksa Blok Sidapurna Kelurahan Purwawinangun terganggu.

“Mohon maaf karena sudah 3 hari ini petugas kami tidak mengangkut sampah di jalur Sidapurna-Pramuka akibat kejadian kemarin itu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuningan H Amirudin MSi melalui Aman SE selaku Kasi Pengelolaan Kebersihan DLH, kepada Radar Kuningan, Minggu (1/12).

Menurut Aman, terganggunya pengangkutan sampah di jalur tersebut lantaran mobil angkutan sampah (dump truk nopol E 8007 Y) masih ada di Mapolres Kuningan sebagai barang bukti. Ditambah lagi kondisi sopir yang hingga kini masih sakit akibat ujung ibu jarinya putus digigit orang tidak bertanggung jawab.

Baca:

Ada-ada Saja, Jari Digigit sampai Putus, Korban Lapor Polisi

“Crew pengangkut sampah masih trauma juga. Kami dari DLH tidak mempunyai sopir dan petugas pengangkut cadangan,” tutur Aman.

Dijelaskan, total petugas sampah di DLH, terdiri dari 20 sopir dan 56 petugas pengangkut sampah, serta penyapu, dengan total petugas kebersihan sebanyak 135 orang. Seluruh petugas beraktivitas di jalur masing-masing. Pihaknya memohon maaf kepada masyarakat di jalur Pramuka dan Sidapurna karena aktivitas pelayanan angkutan sampah di jalur tersebut terganngu.

“Tapi kami juga mohon kepada masyarakat, jangan menganggap kami hina, jangan mengejek, jangan menganggap sebelah mata petugas sampah atau kebersihan. Buktinya akibat petugas sampah dipandang sebelah mata, akhirnya terjadi penumpukan sampah di lingkungan masyatakat,” keluh Aman.

Ia melanjutkan, untuk penanganan pengangkutan sampah di jalur tersebut, dirinya akan segera berkoordinasi dengan crew angkutan yang lain, sehingga sampah-sampah di jalur tersebut segera terangkum kembali dengan aktivitas pengangkutan seperti biasa dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Insya Allah saya akan koordinasi dengan crew angkutan yang lain, an secepatnya,” katanya.

Kepala UPTD TPS Ciniru, Dedi Rosyadi Maghrib membenarkan, sampah di sepanjang jalur Jalan Pramuka Lembur Sukun dan Sidapurna 3 hari kemarin tidak diangkut karena berbagai kendala pasca insiden gigit jari.
“Sopirnya saudara Momon masih sakit dan pengangkutnya merasa trauma. Apakah akan aman nyaman bila ngangkut sampah di daerah tersebut? Petugas kami juga perlu perlindungan dari warga karna merasa trauma,” ujarnya.

Sebelumnya, Jumat (29/11) telah terjadi insiden keributan antara supir truk sampah DLH bernama Momon Abdurrahman dengan seseorang bernama Wawan H hingga berujung adanya insiden digigitnya ujung ibu jari tangan Momon sebelah kiri hingga terputus.

Wawan yang awalnya disebut-sebut sebagai sopir angkutan online, menganggap sopir sampah tidak sopan saat sedang mengangkut sampah. Mobilnya Momon menghalangi mobil pelaku yang saat itu hendak masuk gang.

Meski Momon sudah meminta maaf kepada Wawan, tapi tidak digubris. Pelaku yang terlanjur emosi, menghampiri truk sampah sambil memukul pintu mobil yang dikemudikan Momon. Wawan lantas memukul Momon sambil marah-marah dan langsung pergi begitu saja.

Tak terima dirinya dipukul, Momon pun langsung menghampiri Wawan. Saat itu pula terjadi keributan, hingga berujung adanya insiden terputusnya ujung ibu jari tangan kiri Momon yang digigit pelaku.

Beberapa rekan Momon pun sempat melerai keributan tersebut. Korban kemudian dibawa ke RS Wijaya Kusumah. Setelah itu korban didampingi rekan-rekannya langsung datang ke Polres Kuningan guna melaporkan pelaku atas dugaan penganiayaan. (muh)

Berita Terkait