Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Cirebon Meningkat

CIREBON – KPU Kabupaten Cirebon melaksanakan evaluasi fasilitasi kampanye pemilu serentak tahun 2019, Selasa (30/7). Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan evaluasi Pemilu 2019.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Apita Cirebon tersebut mengundang forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), stakeholder dan peserta pemilu. Jajaran komisioner KPU Kabupaten Cirebon terlihat hadir kecuali ketuanya, Sopidi, berhalangan karena menunaikan haji.

Dalam sambutannya Plh Ketua KPU Kabupaten Cirebon Husnul Khotimah menyampikan bahwa evaluasi menjadi bagian penting dari seluruh tahapan yang sudah dilewati. Masa kampanye yang panjang, apakah dinilai peserta pemilu sebagai ruang untuk mengeksplorasi seluas-luasnya terkait citra diri dan visi misi partai politik atau justru sebaliknya.

Menurut Husnul, pemilu dikatakan berkualitas ada banyak indikator. Misalnya dari angka partisipasi pemilih yang mencapai 75%. Pemilu kali ini Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan signifikan dari angka partisipasi masyarakat (parmas) dibanding Pemilu 2014 yang hanya di angka 62% untuk pilpres dan 63% pilleg.

Artinya, kata Husnul, dari indikator tersebut, kualitas pemilu di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan dari indikasi parmas. “Dalam hal regulasi, kampanye Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya. Terutama terkait fasilitasi alat peraga kampanye yang diberikan KPU kepada pserta pemilu,” ujar Husnul.

Hadir sebagai narasumber Kasatpol PP Kabupaten Cirebon Ade setiadi dan Komisioner Bawaslu Kabupaten Cirebon Rahmat Hidayat. Keduanya memaparkan tentang pelanggaran yang terjadi selama kampanye Pemilu 2019.

Selanjutnya peserta yang hadir diminta untuk mengekspose hasil daftar invetarisir masalah terkait dengan kampanye Pemilu 2019. Daftar inventarisir masalah tersebut lantas menjadi bahan evaluasi KPU. (hsn)

Berita Terkait