Panglong Kayu Ludes Terbakar, Kerugian Rp 250 Juta

Kebakaran hebat melanda tempat usaha panglong milik Hj Enijah (50) di Desa Sukarasa, Kecamatan Darma, hingga menyebabkan kerugian materil mencapai Rp 250 juta, Sabtu (16/11) pagi.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Kebakaran hebat melanda tempat usaha panglong milik Hj Enijah (50) di Desa Sukarasa, Kecamatan Darma, hingga menyebabkan kerugian materil mencapai Rp 250 juta, Sabtu (16/11) pagi.

Berdasarkan informasi dihimpun, musibah kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Diketahui pertama kali oleh seorang warga bernama Jumsinah (45) yang kebetulan sedang melintas melihat api sudah membesar di bagian ruangan tengah bangunan panglong yang terkunci dari luar.

Seketika saksi langsung melaporkan kejadian kebakaran tersebut kepada aparat desa. Warga pun berhamburan mendatangi lokasi berusaha memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Berbagai cara dilakukan warga untuk memadamkan api, namun ternyata tidak membuahkan hasil. Bahkan api semakin membesar dan menghanguskan balok-balok kayu siap jual maupun yang masih berbentuk gelondongan. Baru sekitar pukul 09.45 WIB, aparat desa melaporkan kejadian kebakaran tersebut kepada petugas kantor Damkar Kuningan yang langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Atas laporan tersebut kami langsung mengerahkan satu unit kendaraan Damkar dengan satu regu anggota berjumlah empat orang ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Ada keterlambatan laporan, sehingga saat petugas tiba di lokasi api sudah berkobar hebat dan sudah sulit untuk pemadaman,” ungkap Khadafi.

Kondisi ini, lanjut Khadafi, diperparah dengan sulitnya sumber air sehingga mengharuskan petugas harus bolak-balik mengambil air dari sungai yang jaraknya cukup jauh. Akhirnya, upaya keras petugas dibantu warga setempat dan anggota Koramil dan polsek setempat akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.40 WIB.

“Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik. Adapun total kerugian yang diakibatkan kebakaran mencapai Rp250 juta. Terdiri dari bangunan panglong seluas 150 meter persegi senilai Rp150 juta, mesin pemotong kayu senilai Rp40 juta ditambah lebih dari lima kubik kayu nangka, albasiyah dan mahoni senilai Rp60 juta,” ungkap Khadafi.

Khadafi mengaku pihaknya mendapati beberapa kendala dalam penanganan kebakaran tersebut. Di antaranya lambatnya laporan kejadian kebakaran, jarak tempuh kantor damkar ke lokasi cukup jauh ditambah keterbatasan personel dan sumber mata air membuat pemadaman pun sulit dilakukan.

“Ditambah lagi di tempat usaha panglong tersebut tidak tersedia alat proteksi kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau bak penampungan air. Ini patut menjadi perhatian dan pelajaran bagi para pengusaha dan juga aparat desa untuk menyediakan minimal APAR untuk penanganan dini kebakaran,” pungkas Khadafi. (fik)

Berita Terkait