Pancaroba, Nelayan Pantura Menepi, Aktivitas TPI Sukahaji Ikut Turun

NELAYAN-INDRAMAYU
Ilustrasi. Foto dok. radarcirebon.com

INDRAMAYU – Musim pancaroba menerjang. Ketimbang bertarung dengan alam dan bertaruh nyawa, ratusan nelayan di pesisir pantura Kecamatan Patrol memilih tak mendulang penghasilan dari hasil laut. Angin kencang disertai ombak tinggi saat cuaca buruk, membuat mereka ngeri melaut.

Mayoritas nelayan di Desa Sukahaji dan Bugel, Kecamatan Patrol akhirnya turun jangkar. Kondisi inipun berimbas pada turunnya produksi ikan laut di TPI Sukahaji.

“Karena gak ada nelayan yang melaut, praktis jarang aktivas di pelelangan ikan,” kata Ketua TPI Sukahaji H Thamrin kepada Radar, Kamis (14/11).

Mulai jarangnya aktivitas lelang, ungkapnya, sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Absennya para nelayan untuk melaut diperkirakan berlangsung dalam jangka waktu cukup lama. “Sekarang baru mulai musim pancaroba. Nanti tiba musim baratan mulai bulan Desember, Januari sampai Februari. Tapi kalau cuacanya lagi bagus, nelayan kami pasti berangkat. Masa nganggur terus, siapa yang mau ngasih makan anak istri?,” ujarnya.

Bagi para nelayan, cuaca ekstrem di tengah lautlah yang membuat mereka terpaksa turun jangkar. Tapi jika sudah terdesak urusan perut dan dapur keluarga, mereka curi-curi kesempatan melaut. Saat cuaca cerah, mereka kembali mencari ikan demi kebutuhan hidup keluarga tetap terpenuhi. “Ya kalau cuacanya bagus, bisa kembali melaut,” ucap Sobirin, nelayan setempat.

Walau diakuinya, melaut di tengah musim pancaroba bukan berarti bebas risiko. Seringnya, rawan pulang dengan tanpa hampa. Belum lagi cuaca di tengah laut yang kerap berubah tanpa diduga sehingga berisiko mengancam keselamatan jiwa. (kho)

Berita Terkait