Padukan Kreativitas dan Filosofi, Seniman Girimukti Gelar Festival Kawin Batu

FESTIVAL-KAWIN-BATU
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, Gatot Sulaeman (tengah) menerima cenderamata dalam festival kawin batu. FOTO: ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Sekelompok seniman di Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka menggelar Festival Kawin Batu selama dua hari sejak Rabu (11/12) hinigga Kamis (12/12). Namanya yang unik membuat banyak peserta heran.

Namun panitia menegaskan kawin batu hanya istilah filosofi saja yang mengisyaratkan manusia agar tidak keras kepala seperti batu. Hadir dalam pembukaan festival tersebut, Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiyana‎.

Dalam sambutannya, Tarsono ini mengaku sempat heran dan mempertanyakan istilah kawin batu yang difestivalkan.
“Namun setelah ngobrol dengan panitia, ternyata itu hanya istilah filosofi saja. Bahwa kita sebagai manusia hendaknya jangan sombong dan keras kepala seperti batu,” ungkapnya, Rabu sore (11/12).

Wabup Tarsono menambahkan pihaknya sepakat festival seni untuk tujuan kemajuan wisata tidak perlu ditelisik lebih detail mengenai bagaimana sejarahnya. Yang penting seni budaya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat‎.

‎”Untuk meningkatkan pariwisata di Majalengka, kami pemda mendukung saja. Saya lihat, potensi di Gunung Tilu ini cukup banyak. Termasuk panjat tebing yang asyik. Saya tadi mencoba juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, H Gatot Sulaeman mengatakan festival kawin batu merupakan even festival yang digelar tahunan.

Festival ini juga merupakan salah satu upaya untuk mendukung Kabupaten Majalengka sebagai Kabupaten Kreatif dan menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif.

Festival kawin batu ini merupakan sebuah upaya membangun kreativitas tematik dengan mengangkat batu sebagai bentuk kreasi yang dikemas dengan berbagai atraksi. Di antaranya workshop, petunjuk seni musik, tari dan olahraga dengan tema bebatuan.

“Hal ini menjadi sebuah monumen, mengawinkan ide menjadi karya juga sebagai upaya untuk mengangkat dan mempromosikan daya tarik wisata gunung tilu sebagai salah satu wisata unggulan Kabupaten Majalengka. Ini bagus untuk mendukung kemajuan pariwisata di Majalengka,” jelasnya.

Panitia Festival Kawin Batu, Baron menambahkan di sekitar Gunung Tilu memang terdapat sejumlah potensi wisata adrenalin. Salah satunya panjat tebing. ‎Pihaknya juga telah berhasil menciptakan alat musik dari batu.

“Faktanya kami berhasil membuat alat musik dari batu. Suara yang dihasilkan dari batu itu cukup enak terdengar. Pak wabup sendiri telah mencobanya,” jelasnya. (bae)

Berita Terkait