Pabrik Sumpit Tasikmalaya Ternyata Jaringan Narkoba Jawa-Kalimantan

pabrik-sumpit-produksi-narkoba
Petugas Polres Tasikmalaya Kota mengamankan salah seorang pekerja pabrik sumpit, Selasa malam (26/11). Foto; Rezza Rizaldi/Radar Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Penggerebekan terhadap pabrik sumpit di Kecamatan Kawalu, Kota Tasik, rupanya berkaitan dengan jaringan narkoba Jawa-Kalimantan.

Seperti diketahui, penggerebekan dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dibantu Polres Tasikmalaya dan TNI. Dalam penggerebekan tersebut, sedikitnya sembilan orang diamankan.

Diduga mereka terkait dengan kasus clandestine laboratorium narkotika golongan I jenis carisoprodol. Sembilan orang tersebut juga diduga bagian dari jaringan Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Lurah Gunung Gede, Maman Suparman menyebut, pabrik tersebut tidak berizin. Bahkan selama dua tahun berdiri, tidak pernah ada laporan kepada dirinya selaku perangkat daerah.

Dari informasi yang dihimpun, pabrik sumpit tersebut berlokasidi Kampugn Awilega, RW 02 RW 08, Kelurahan Gununggede Kecamatan Kawalu, Kota Tasik. Pantauan Radar Tasikmalaya di lokasi, saat penggerebekan masyarakat berkerumun di sekitar lokasi. Mereka tidak menyangka pabrik sumpit tersebut ditengarai memproduksi narkoba. “Sudah satu tahun. Tadinya rumah kosong,” kata Karang Taruna Gununggede, Ajat Sudrajat.

Diungkapkan dia, lokasi pabrik selalu tertutup. Sehingga warga sekitar tidak mengetahui secara persis aktivitasnya. Tidak hanya itu, para pekerja di pabrik tersebut tidak pernah bergaul dan dikabarkan didatangkan dari luar kota.

Warga setempat juga menyebutkan, biasanya kegiatan di pabrik dimulai pukul 08.00 sampai dengan 16.00. Informasi yang beredar, salah satu yang ditangkap dari penggerebekan itu adalah J, yang merupakan suruhan pemilik pabrik.

J diketahui berasal dari Cilacap, Jawa Tengah. Sedangkan pemilik pabrik tersebut berinisial Y, yang juga sama-sama dari Cilacap. (yud/rezza rizaldi)

Berita Terkait