One Way Tol Mulai 30 Mei, Pasukan Mulai Lakukan Penjagaan

Awas Macet di Pantura dan Rest Area

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengecek kesiapan pasukan dan pos pengamanan di Kanggraksan. FOTO:NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

CIREBONOne way atau satu arah tol dari arah Jakarta ke Jawa Tengah dimulai Kamis (30/5). Tim gabungan Kota/Kabupaten Cirebon sudah siaga. Dua daerah ini menjadi tumpuan dengan diberlakukannya one way di jalur tol. Dua hal diantisipasi. Yakni kemacetan di jalur pantura dan kepadatan kendaraan di rest area di dalam tol.

Hal itu disampaikan Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy. Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2019, diakui Roland, ada tantangan baru. Sebab pada tanggal 30 Mei hingga 5 Juni akan diterapkan jalur satu arah di jalan tol dari arah Jakarta ke Jawa Tengah.

Ia mengatakan Kota Cirebon akan terkena imbas dengan penumpukan kendaraan saat one way. “Maka, pertama kita antisipasi kemacetan dalam kota. Mengantisipasi kendaraan dari Jawa Tengah yang akan melalui pantura karena tidak bisa melalui jalan tol,” ucap Roland kepada Radar.

Mengantisipasi kemacetan, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Di antaranya menutup putaran Kedawung, sehingga seluruh kendaraan dari Jl Tuparev menuju Plered harus melalui Jl Brigjen Darsono dan berputar di persimpangan Jl Pemuda. Kemudian di Kanggraksan yang terdapat banyak persimpangan akan diatur sehingga tidak ada crossing atau pertemuan kendaraan.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga dilakukan di Pasar Mundu. Demi kelancaran lalu lintas, Polres Cirebon Kota akan menutup akses pasar ke jalan raya dengan memasang barrier atau penghalang. Sehingga warga dan pengunjung pasar tak sembarangan menyebrang, tapi harus melalui satu titik yang ditentukan dan telah tersedia. Dengan begitu, Roland mengklaim akan lebih mudah mengatur lalu lintas.

Tak kalah penting, di jalur Plered dan Tengah Tani, Polres Cirebon Kota telah memberikan imbauan kepada seluruh pemilik usaha. Mereka diminta menyediakan lahan parkir sehingga kendaraan tidak menumpuk di jalan. “Saya tegaskan bahwa mulai 30 Mei sudah tidak ada kendaraan parkir di pinggir jalan,” tegasnya.

Soal kekuatan pasukan, Roland mengatakan sebanyak 872 personel gabungan dilibatkan untuk mengamankan pemudik pada arus mudik dan balik. Para personel akan ditempatkan pada 44 titik terdiri pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos penjagaan dan pengaturan lalu lintas.

Selain anggota Polri dan TNI, unsur lain yang terlibat antara lain Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Pramuka dan kelompok masyarakat lainnya. Roland menjelaskan, 872 personel gabungan tersebut terdiri dari 500 anggota Polres Cirebon Kota, 40 personel TNI dan 120 bantuan personel dari Polda Jawa Barat. Adapun 212 petugas lainnya berasal dari berbagai instansi. “Dengan sinergi ini diharapkan semua bisa kita jaga, baik jalur maupun kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutur mantan penyidik KPK itu.

Roland menguraikan, untuk membantu kiinerja petugas, pihaknya menyediakan 44 pos yang terdiri dari 12 pos pengamanan, 2 pos pelayanan dan 30 pos penjagaan dan pengaturan (gatur). Pos-pos tersebut tersebar di seluruh titik penting di wilayah hukum Polres Cirebon Kota. Adapun 2 pos pelayanan didirikan di Stasiun Prujakan dan Stasiun Kejaksan.

Tidak hanya menyiapkan pasukan pengamanan, usai apel gelar pasukan, Roland juga mengecek sejumlah pos pengamanan dan pelayanan. Di antaranya pos pengamanan GTC Jalan Siliwangi, Kedawung, dan Pos pengamanan Kanggraksan serta pos pelayanan di rest area kilometer 207 Tol Palikanci.

Diperkirakan, para pemudik akan banyak memanfaatkan rest arena 207 lantaran tidak mendapatkan tempat di rest area sebelumnya. Sehingga kesiapan personel di pos pelayanan sangat penting guna menghindari berbagai potensi kerawanan. “Kita cek kesiapan dari pos dan kelengkapan dari anggota yang akan melakukan pengamanan. Diperkirakan para pengendara dari arah Jakarta akan berhenti di sini sebelum masuk Jawa Tengah,” ujar Roland.

Di rest area itulah yang harus diantisipasi, jangan sampai terjadi penumpukan kendaraan. Sejauh pemantauan, Roland mengklaim sudah siap 90 persen. Dan hari ini (29/5) seluruh personel mulai menemati pos-pos yang telah disiapkan. Ia berpesan agar warga yang hendak melakukan perjalanan mudik dapat mempersiapkan fisik pengendara maupun kendaraan yang akan digunakan selama mudik.

Ia juga menghimbau agar pengendara beristirahat ketika mulai mereasa lelah dan mengantuk, serta tetap dapat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. “Kami kepolisian siap mengamankan, dan harapannya angka kecelakaan lalu lintas dapat turun dari tahun sebelumnya,” pungkas Roland.

Kesiapan serupa juga dilakukan Polres Cirebon. Hal itu juga diutarakan Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto saat gelar pasukan di Stadion Ranggajati, Sumber, kemarin. Ia mengatakan jadwal one way tak mengalami perubahan, yakni dimulai 30 Mei. “Saat one way diberlakukan, maka kemungkinan akan padat di jalur pantura. Itu yang harus diantisipasi,” ujar Suhermanto.

Pihaknya pun sudah siap dengan personel gabungan yang akan mulai disebar hari ini. Di jalur pantura, pihaknya menyiapkan 14 pos pengamanan, 2 pos pelayanan di Winong dan Rumah Makan Arema, kemudian pos terpadu di Ramayana Weru, dan 9 polsek di pinggir jalur pantura yang akan dijadikan sebagai rest area untuk pemudik.

Kapolres juga mengatakan pihaknya sudah menyiapkan jalur alternatif yang akan dipakai bilamana jalur pantura mengalami kepadatan kendaraan. Di antaranya jalur Sumber, Ciwaringin, dan Ciledug. “Ada tim urai yang akan terjun langsung ke lapangan yang menggunakan roda dua. Ketika pantura padat karena kendaraan dari arah Jateng lewat pantura, maka kendaraan bisa dialihkan ke jalur alternatif,” jelasnya.

Dengan jumlah pasukan yang ada, kapolres optimistis penanganan mudik berjalan optimal. “Personil gabungan untuk Kabupaten Cirebon kita melibatkan lebih kurang 2.000 orang. 920 personel dari Polres Cirebon, 256 personel BKO Polda Jabar dan 854 itu dari instansi terkait, termasuk masuk TNI, tenaga kesehatan dan elemen masyarakat,” kata kapolres.

Ia juga mengimbau para pemudik agar menjaga stamina dan kondisi kendaraan. “Walaupun one way, jangan kebut karena khawatir ngantuk dan terjadi kecelakaan. Kita semua tentu berharap mudik tahun ini lancar dan masyarakat bisa sampai tujuan dengan selamat,” pungkas Suhermanto. (day/cep)

Berita Terkait