One Way Tol Bikin Jalur Pantura Padat, Bus dan Kendaraan Besar ke Jakarta Diarahkan Lewat Indramayu

Kendaraan roda empat melintasi Tol Cipali saat penerapan one way. FOTO:ILMI YANFA’UNNAS-OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Kendaraan roda empat melintasi Tol Cipali saat penerapan one way.FOTO:ILMI YANFA’UNNAS-OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Seperti prediksi sebelumnya, penerapan jalur satu arah di jalan tol dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah berimbas pada kepadatan arus lali lintas di dalam kota dan jalur arteri. Meski telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, nyatanya penumpukan masih terjadi.

Hari pertama penerapan satu arah cukup menyulitkan petugas dalam mengurai penumpukan kendaraan. Tim lalu lintas berulang kali menerapkan rekayasa lalu lintas dengan membuka tutup persimpangan  secara situasional. “Ya, kepadatan arus lalulintas terjadi dari arah Jawa Tengah karena imbas dari penerapan jalur satu arah atau one way di tol,” ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy.

Dari pantauan, kepadatan sudah terjadi dari Jl Raya Mundu, Jl Kalijaga-Pegambiran, Jl Ahmad Yani, hingga kawasan Tengah Tani. Sedangkan di dalam kota kepadatan terlihat di Jl Cipto Mangunkusumo, Jl Pemuda, dan Jl Kartini. “Kalau di jalur arteri kita berlakukan sistem buka tutup persimpangan. Yaitu di depan Terminal Harjamukti, persimpangan Jl Kanggraksan, dan perempatan Jl Pemuda,” ucap Roland.

Di persimpangan depan Terminal Harjamukti, dari arah Kuningan, petugas menerapkan pola 3-1. Yakni 3 kali lampu merah dari arah Kalijaga, satu dibuka untuk kendaraan dari arah Kuningan. Di persimpangan Jl Kanggraksan, petugas mengarahkan kendaraan dari arah Kuningan yang hendak menuju Kalijaga, dibelokkan ke kiri dan berputar di persimpangan Jl Pemuda. “Yang dari arah kota kita belok kiri ke arah fly over Jl Ahmad Yani,” jelas Roland.

Hal yang sama juga berlaku di persimpangan Jl Pemuda, seluruh kendaraan dari arah kota yang hendak lurus dibelokkan ke kiri terlebih dahulu. “Intinya kita situasional, pada saat buntutnya sampai fly over Ahmad Yani, kita berlakukan cara tindakan tadi. Setelah arus lalu lintas padat kita lakukan penutupan, kita tarik kendaraan dari arah Jawa Tengah. Kalau menumpuk lagi, kita berlakukan penutupan lagi,” terang Roland.

Sementara itu, kepadatan juga terjadi di Jl Tuparev. Kepadatan tersebut terjadi lantaran pengendara dari arah Tuparev menuju kota memakan jalur lain. Sehingga pengendara dari arah berlawanan tersendat karena jalur yang menyempit. “Besok (Jumat (31/5), red) kita antisipasi dengan membuat marka jalan. Dari Tuparev ke Plered, tetap seperti rencana awal, yaitu diarahkan ke Jl Brigjen Darsono dan berputar di Jl Pemuda,” tuturnya.

Dijelaskan Roland, selain imbas penerapan satu arah di jalan tol, kepadatan di dalam kota juga disebabkan konsentrasi kendaraan yang keluar masuk pusat perbelanjaan. Di Jl Cipto MK, ekor antrean kendaraan mengular hingga Pomal. “Juga di Jl Tentara Pelajar di depan Grage Mall ada pertemuan kendaraan yang keluar dan masuk mal,” ujar Roland.

Atas dasar itu, pada Jumat (31/5), direncanakan pengendara yang hendak ke Cirebon Super Blok (CSB) Mall diarahkan masuk dari pintu keluar. Dan pintu keluar Grage Mall dipisahkan dengan pintu masuk. “Sehingga besok (hari ini) pintu masuknya lewat pintu keluar yang di Hotel Swiss-Belhotel. Pintu masuk CSB tidak lewat lobi tapi lewat jalan bawah. Jadi yang mau drop off lewat jalan yang di bawah yang saat ini tidak dipakai. Kalau mau drop off lewat situ, mereka naik, terus masuk lobi,” jelas Roland.

Halaman: 1 2 3

Berita Terkait