Nyamar Jadi Tim Fogging, Densus Tangkap Terduga Teroris di Desa Orimalang

Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Taman Kalijaga Permai, Kota Cirebon.FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Cerdik cara Densus 88 Anti Teror Mabes Polri meringkus terduga teroris. Menyamar jadi petugas fogging. Cara itu jitu. Mereka akhirnya meringkus pria berinisial AR alias Ipin (30) warga Blok Tengah, Desa Orimalang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. AR ternyata adalah adik YF, pria yang ditangkap juga oleh Densus 88 Oktober lalu.

Penangkapan terhadap AR dilakukan pada Senin sore (18/11) sekitar pukul 16.00 WIB. Berawal saat datang sejumlah orang dengan membawa peralatan fogging. Masyarakat setempat tidak merasa curiga kalau petugas fogging itu adalah tim Densus 88. Tak heran, warga setempat pun sudah membereskan rumah, mulai mengeluarkan barang-barang, sebagai tanda siap kalau rumahnya akan difogging. Menunggu giliran difogging, beberapa orang keluar rumah. Hal itu juga dilakukan AR. Dia pun tampak keluar dari dalam rumah.

Nah, saat berada di luar rumah itulah, ia langsung disergap. Seketika AR digelandang masuk ke mobil. Di situ warga pun terperangah. Fogging itu ternyata hanya penyamaran. “Densus 88 pura-pura jadi tukang fogging agar AR keluar dari rumahnya,” kata Ajat Sudrajat, salah satu aparat Desa Orimalang saat ditemui Radar Cirebon.

Awalnya, kata Ajat, Densus 88 hanya terlihat melakukan fogging di sekitar rumah AR. Tapi, warga atau tetangga AR mulai ramai. Mereka siap-siap jika nanti rumahnya ikut difogging. “Banyak tetangga yang sudah siap-siap rumahnya defogging. Mereka bahkan mulai pindahin makanan supaya tidak terkena asap fogging. Eh, ternyata pas AR itu keluar, langsung saja diamakan oleh tukang fogging itu. Fogging juga mendadak selesai. Masyarakat pada gak nyangka,” cerita Ajat.

Sementara itu, Selasa sore (19/11) sekitar pukul 15.30 WIB, Densus 88 kembali mendatangi rumah AR. Dikawal anggota Polres Cirebon Kabupaten bersenjata lengkap, Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah AR hingga lebih dari satu jam. “Ya tadi sore (kemarin, red) ada penggrledahan di rumah AR. Polisi kumpul semua sekitar pukul 15.30 dan selesai penggeledahan sekitar pukul 17.30. Saya tak tahu jelas apa saja yang diamankan dan dibawa oleh polisi,” ucap Ajat.

Ajat juga menjelaskan kalau AR merupakan adik kandung dari YF yang sebelumnya ditangkap Densus 88 di Desa Panguragan, Kabupaten Cirebon, tepatnya pada Minggu 13 Oktober 2019. Rumah YF di Bojong Lor, Kecamatan Jamblang, pernah digeledah oleh polisi hingga dua kali setelah YF diamankan Densus 88. “AR masih adik kandung YF. Kurang tahu aktivitas AR ini apa, karena dia jarang bergaul keluar. Orangnya tertutup. Kalau keluar jauh, dia biasanya jualan dan pelayaran. Yang terakhir dia pelayaran. Status dia masih bujang,” pungkas Ajat.

Halaman: 1 2 3

Berita Terkait