Nyamar Jadi Petugas, Komplotan Begal Beraksi di Tol Palikanci, Bajak Truk Susu Senilai Rp431 Juta

Polresta Cirebon menggelar ekspos kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Tol Palikanci. Polisi menghadirkan para tersangka begal berikut dengan barang buktinya.FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Menyamar sebagai petugas dengan mengenakan seragam celana coklat, komplotan begal beraksi di tol Palikanci Kabupaten Cirebon. Tepatnya di KM 197 Plumbon-Kanci yang termasuk wilayah hukum Polsek Weru. Sasarannya adalah truk pengantar susu kental yang akan dijual ke daerah Jawa. Akibatnya, salah satu perusahaan susu kental tersebut mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Beruntung, selang beberapa minggu kemudian para pelaku berhasil ditangkap polisi. Dua pelaku berasal dari Jakarta berinisial MN dan D diproses lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Kota (Polresta) Cirebon. Sedangkan, tiga pelaku lainnya inisial S, I, dan AD diproses hukum oleh Polres Pemalang. Sayangnya, tiga pelaku lainnya berhasil kabur dan saat ini menjadi buronan polisi.

“Setelah adanya laporan dari korban curas, kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Alhamdulillah dalam waktu tidak terlalu lama, para pelaku berhasil diamankan. Total semua pelaku ada 8 orang, 3 masih dalam proses pencarian. Lima orang sudah kita amankan. Dua kita periksa berinisial MN dan D. Tiga orang lagi karena masih terkait dengan kasus yang ditangani Polres Pemalang, kita serahkan ke penyidik Polres Pemalang,” papar Kapolresta Cirebon AKBP M Syahduddi.

Kapolresta menjelaskan, kawanan begal tol ini beraksi pada Kamis (14/11) sekitar pukul 21.30 WIB. Para pelaku dengan mengunakan minibus masuk ke dalam tol. Dari tol Bekasi, pelaku telah membuntuti calon korbannya. Setibanya di lokasi kejadian, pelaku kemudian memepet agar sopir truk pengangkut susu itu berhenti.

Polresta Cirebon menggelar ekspos kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Tol Palikanci. Polisi menghadirkan para tersangka begal berikut dengan barang buktinya. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

MN dan D yang berpura-pura sebagai petugas  turun dan menghapiri korban. Kemudian berpura-pura memeriksa kelengkapan surat kendaraan. Pelaku kemudian menganggap melakukan kesalahan yang kemudian memerintahkan korbannya turun.

“MN memerintahkan korban untuk masuk ke dalam kendaraan dan langsung dibekap lalu tangannya diborgol. MN langsung mengambil alih kendaraan korban dan membongkar seluruh bawaan dengan memasukannya ke tiga truk yang disewa oleh pelaku,” jelas  kapolresta.

Setelah berhasil memboyong barang curian, para pelaku kemudian melarikan diri. Mereka menjual  seluruh barang hasil curian yakni susu kental dalam bentuk sachet dan kaleng. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp431 juta.

“Tersangka kita amankan di Jakarta. Saat kita sergap, MN melawan sehingga kita melakukan tindakan tegas terukur (didor, red) dan dibawa ke Mapolresta Cirebon  untuk diperiksa. Mereka kita jerat dengan pasal 365 KUHidanan dengan ancaman pidana 9 tahun penjara,” katanya.

Hasil dari pemeriksaan, kapolresta menyebutkan para pelaku merupakan kawanan begal lintas provinsi. Selain di Kabupaten Cirebon, mereka juga beraksi dengan modus yang sama di wilayah Pemalang.

Sementara itu, MN saat ditanya oleh polisi mengakui  bila dirinya hanya mendapatkan uang sebesar Rp10 juta dari hasil pencurian tersebut yang digunakan untuk membayar kontrakan. “Ide itu dari teman berinisial DY. Saya hanya ikutan saja. Dari hasil curian itu saya cuma mendapatkan Rp10 juta dan itu buat bayar kontrakan saja, pak,” aku MN. (cep)

Berita Terkait