Nelayan Bugel Desak BBWS Perbaiki Jetty Muara

JETTY
JETTY: Warga sedang melihat perahu nelayan yang rusak akibat menabrak bangunan Jetty di Muara Kali Bugel Indramayu.FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Nelayan Bugel, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, mendesak pemerintah dan instansi terkait dalam hal ini BBWS untuk segera melakukan perbaikan jetty muara. Desakan itu disampaikan nelayan, karena kondisi bangunan tanggul pemecah ombak yang menjorok ke laut atau jetty sudah rusak parah.

Salah seorang nelayan Desa Sukahaji Kecamatan Patrol, Santib (47) mengatakan, gulungan ombak laut membawa lumpur pasir dan mengendap di muara. Selain menghambat akses keluar masuk perahu, kata Santib, juga membahayakan para nelayan.

“Rusaknya jetty di Muara Bugel itu terjadi sejak tahun 2013 lalu. Hingga saat ini, belum ada upaya dilakukan perbaikan,” ucapnya.

Santib menyebutkan, terjadinya pendangkalan menghambat perahu nelayan yang hendak keluar untuk menjaring ikan atau memasuki muara. Menurutnya, tidak hanya pada musim timuran, baratan pun (penghujan) terjadi pendangkalan.

“Pada musim baratan yang sebelumnya tidak terjadi seperti itu, kini terjadi pendangkalan. Itu karena ombak laut membawa lumpur pasir ke muara. Kalau bangunan jetty nya tidak rusak, lumpur pasir yang terbawa arus ombak akan tertahan,” ujannya, kemarin.

Lebih lanjut Santib mengatakan, tidak lama lagi bangunan jetty tersebut akan hilang. Saat ini saja lebih dari sebagian batu pada jetty lenyap akibat tergerus ombak. “Para nelayan berharap kepada pemerintah melakukan perbaikan, agar aktivitas perahu nelayan lancar,” katanya.

Sementara itu, Kuwu Desa Sukahaji, Aan Supriyanto mengatakan, pemerintah desa sudah mengajukan permohonan kepada BBWS Citarum. Namun, hingga kini belum terlihat adanya upaya untuk memperbaiki bangunan jetty tersebut.

“Kalau ditinjau sih sudah, tapi belum ada kabar kapan jetty di muara desa kami itu akan diperbaiki. Kasihan nelayan kita ketika akan menjaring ikan atau pulang. Menurut keterangan, jetty di Muara Bugel dibangun sekitar tahun 1997,” ujarnya. (kom)

Berita Terkait