Nataru, Jamin Gas Elpiji 3 Kg Aman

CIREBON – Jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kabupaten Cirebon memastikan, stok gas elpiji ukuran 3 kilogram aman.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Heryadi menyampaikan, pihaknya telah melakukan sidak bersama perwakilan Pertamina dan Hiswana Migas ke beberapa pangkalan gas elpiji, guna memastikan stok gas elpiji 3 kg.

“Berdasarkan laporan dari pihak Pertamina, stok gas 3 kilogram dijamin aman hingga akhir tahun ini. Bahkan, stok untuk wilayah Cirebon ini ditambah tiga persen. Jadi, tidak ada lagi kelangkaan gas di masyarakat,” ungkap Dadang.

Menurutnya, di Kabupaten Cirebon masih banyak ditemukan pangkalan gas elpiji yang tidak memasang papan penanda. Padahal, sudah menjadi keharusan pihak pangkalan untuk memasangnya, agar masyarakat tahu harga eceran tertinggi (HET) serta dari agen mana pangkalan mendapatkan gas dan call center yang harus dihubungi jika konsumen komplain.

Ia menjelaskan, sidak tersebut untuk melakukan pengawasan dan pembinaan kepada para pelaku usaha di daerahnya. Sebab, pihaknya mensinyalir banyak pangkalan gas elpiji yang tidak tertib. Karena, selama ini banyak laporan yang masuk bahwa pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang menjual di atas HET. Maka, pihaknya bekerja sama dengan Pertamina dan Hiswana Migas mengecek langsung ke pelaku usaha tersebut.

“Hasil pemantauan kami, ada beberapa pangkalan yang tidak memasang papan atau plang yang menandakan dia adalah pangkalan. Agennya dari siapa dan HET-nya,” kata Dadang.

Sehingga, ketika papan itu tidak dipasang, masyarakat banyak yang tidak tahu berapa HET-nya. Hal itu bisa saja pihak pangkalan gas elpiji menjual dengan harga di atas HET atau di atas Rp16 ribu. “Tetapi tadi kita kroscek langsung ke konsumennya memang beli di pangkalannya sesuai HET. Hanya saja tadi, papan penandanya tidak terpasang. Ada yang dipasang tapi tersembunyi karena tertutup apa gitu,” tutur Dadang.

Selain melakukan sidak ke beberapa pangkalan gas elpiji 3 kilogram, pihaknya juga mengecek ke sejumlah pelaku UKM dan rumah makan. Sebab, gas elpiji ukuran 3 kilogram hanya diperbolehkan untuk masyarakat dan pelaku usaha mikro atau kecil. Sedangkan bagi pelaku usaha menengah ke atas, tidak diperbolehkan dan harus menggunakan gas yang ukuran 12 kilogram. Maka, kontrol agar gas ukuran 3 kiligram ini tepat sasaran dan tidak digunakan oleh para pelaku usaha menengah ke atas, terus dilakukan pihaknya. (via)

Berita Terkait