Nasdem-PKS Berpelukan, Fahri Singgung Tagihan Rp30 Miliar

Pks-nasdem
Ketum Nasdem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

JAKARTA – Pertemuan antara Petinggi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencuatkan spekulasi soal posisi opisisi terhadap pemerintah.

Pertemuan Surya Paloh dan Sohibul Iman yang diakhiri dengan sesi foto berpelukan,   pun mendapat respons. Termasuk dari mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Menyoal foto berpelukan di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Fahri lewat akun Twitter-nya menyinggung dengan tagar #tagihan30m

“Hak2 saya yg lain tidak dikembalikan…tapi kalau yg 30 M ini sudah banyak yg nunggu. ..saya tidak akan ambil sepeserpun…ini untuk orang2 yg terzalimi dan dipinggirkan oleh keadaan…jadi bayarlah tuan… ,” katanya.

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), mengabulkan gugatan Fahri terkait pemecatannya oleh PKS. Majelis menyatakan pemecatan Fahri tidak sah. Selain itu, majelis hakim menghukum PKS membayar Rp30 miliar kepada Fahri.

Dalam pertemuan di Kantor DPP PKS, Partai Nasdem dan PKS menjalin sejumlah kesepahaman.

Yang pertama, saling menghormati sikap konstitusional dan pilihan politik masing-masing partai. Partai NasDem menghormati sikap dan pilihan politik PKS untuk berjuang membangun bangsa dan negara di luar pemerintahan.

PKS juga menghormati sikap dan pilihan politik NasDem yang berjuang di dalam pemerintahan.

Isi kesepahaman yang ditandatangani oleh Surya Paloh dan Sohibul Iman itu dibacakan Sekjen PKS Mustafa Kamal dalam jumpa pers di kantor DPP PKS. (boy/yud/jpnn)

Berita Terkait