Nasdem Meloncat ke PPP, Amunisi KKB Bertambah

ILUSTRASI-Gedung DPRD Kuningan

KUNINGAN – Bergabungnya Nasdem ke Fraksi PPP, membuat amunisi Koalisi Kuningan Bersatu (KKB) bertambah 1 kursi menjadi 30, dari sebelumnya 29.

Keputusan DPD Nasdem Kuningan untuk hengkang dari Fraksi PDIP dan bergabung dengan Fraksi PPP, juga membuat konstalasi politik di DPRD Kuningan kian menghangat. Pasalnya, KKB akan semakin kokoh untuk menjadi pihak penyeimbang pemerintah.

“Tentu saja Koalisi Kuningan Bersatu ini akan menguat karena ada tambahan amunisi satu kursi dari Nasdem. Jumlahnya kalau tetap konsisten, sekarang jadi 30 kursi,” kata Sanhadi, pemerhati politik Kuningan, Kamis (17/10).

Dengan bergabungnya Nasdem dengan PPP dalam satu fraksi di DPRD, menurut Sanhadi, KKB sebaiknya segera memberikan penjelasan ulang kepada publik terkait isu-isu perpecahan di luaran. Penjelasan ke publik semestinya dilakukan dengan mengumpulkan semua anggota DPRD yang tergabung dalam KKB.

“KKB kan sekarang bertambah jumlahnya, makin jauh dari koalisi pendukung pemerintah. Sebaiknya KKB segera menyampaikan ke publik melalui media, bagaimana posisi KKB ke depan. Jangan sampai isu-isu perpecahan di KKB semakin meluas, walaupun sudah ada penjelasan dari Gerindra kalau KKB tetap utuh,” saran Sanhadi.

Ke depan, lanjut Sanhadi, KKB harus benar-benar bisa menjadi koalisi yang mampu mengontrol berbagai kebijakan pemerintah daerah, sehingga pembangunan di Kuningan baik fisik maupun nonfisik, dapat berlangsung dengan lebih baik di bawah kontrol legislatif.

“KKB ini sudah bagus, arahnya baik untuk menjadi penyeimbang pemerintah. Harus dibuktikan kalau KKB tetap utuh. Ini penting untuk kehidupan demokrasi di Kuningan. Esensinya jelas untuk kepentingan masyarakat, sebagaimana yang disampaikan partai Gerindra tempo hari,” ujarnya.

Sementara itu, perbandingan kekuatan KKB dengan koalisi fraksi pendukung pemerintah semakin jomplang, yakni 30 berbanding 20. Namun posisi ini sebelumnya menjadi bias akibat isu yang berkembang terkait adanya partai di KKB yang loncat pagar, dari mulai Demokrat, PAN, bahkan Gerindra itu sendiri. (muh)

Berita Terkait