Musim Hujan di Cirebon Diprediksi Akhir November

Ilustrasi-Hujan
Ilustrasi-Hujan

CIREBON-Musim hujan sudah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Sebagian lagi masih ada yang masih musim kemarau bahkan mengalami bencana kekeringan dan pancaroba.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati Ahmad Faa Idzyn mengatakan, awal musim hujan di Indonesia tidak dapat diprediksi secara keseluruhan. Secara nasional, wilayah-wilayah yang masuk musim hujan antara lain Sumatera terutama di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah sejak Bulan September lalu. Wilayah lain seperti sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa wilayah di Sumatera mulai memasuki musim hujan pada Oktober.

“Pulau Jawa, sebagian kecil daerah ada yang mulai masuk musim hujan di akhir Oktober, tapi sebagian besar akan masuk musim hujan di November. Bali dan Nusa Tenggara dan sebagian Jawa lainnya diprediksi di awal Desember,” katanya yang dihubungi Radar Cirebon, Minggu (17/11).

Untuk itu, puncak musim hujan untuk tiap daerah berbeda. Namun  diprediksi, puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Januari sampai Februari 2020. Dikatakannya, suatu wilayah dapat dikatakan mengalami awal musim hujan jika jumlah curah hujan kurang dari 50 milimeter per 10 harian.

Jadi hujan bisa saja turun di wilayah tersebut sebelum awal musim hujan, tetapi jumlahnya masih di bawah 50 milimeter per 10 harian. “Untuk Jawa Barat, khususnya wilayah Cirebon, dalam fase peralihan musim (pancaroba). Walaupun diprediksi November ini sudah masuk musim hujan,” ungkapnya.

Memasuki musim hujan, pihaknya mengimbau agar pemerintah setempat dan masyarakat kembali mengecek drainase aliran atau limpasan air hujan baik di got, selokan maupun sungai. Dan untuk daerah pegunungan atau topografinya curam, dihimbau tetap waspada potensi bencana longsor. “Mumpung hujan belum tinggi intensitasnya, kami imbau untuk membersihkan saluran air. Agar pada puncak musim hujan banjir bisa diminimalisir,” tandasnya. (gus)

Berita Terkait