Musim Hujan, Bupati Acep Imbau Warga Waspada

rakor-hadapi-musim-hujan
Bupati Acep mengumpulkan sejumlah elemen membahas penanganan bencana alam di ruang rapat Linggarjati Setda Kuningan, Rabu (12/12). Foto: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN – Hampir setiap hari ketika hujan turun deras disertai angin kencang, sejumlah pohon roboh di beberapa desa yang ada di Kabupaten Kuningan. Atas peristiwa ini, Bupati Kuningan Acep Purnama mengadakan rapat terbatas bersama dinas maupun unsur terkait.

Selain bupati, rapat koordinasi penanganan bencana alam juga dihadiri Wabup HM Ridho Suganda, Sekda Dian Rachmat Yanuar, Dandim 0615 Letkol Karter Joyi Lumi, Kepala BPBD Agus Mauludin, Kepala BPKAD Apang Suparman, ketua Baznas, perwakilan instansi, perwakilan BMKG, perwakilan PDAM, serta elemen lainnya.

Tak hanya pegawai kedinasan, bahkan camat, lurah maupun kepala desa juga dikumpulkan di ruang rapat Linggarjati Setda Kuningan, kemarin (12/12). Kegiatan ini untuk membahas soal kebencanaan yang mulai menerjang wilayah Kabupaten Kuningan.

Sekda Dian Rachmat Yanuar sempat mengabsen satu persatu peserta rapat koordinasi. Termasuk juga mempertanyakan ketidakhadiran perwakilan dari Telkom serta PLN dalam rapat tersebut. Padahal kedua BUMN itu diundang karena memiliki wilayah kerja di Kabupaten Kuningan.

“Mana perwakilan dari Telkom dan PLN? Enggak datang atau belum datang,” ujar sekda seraya mengabsen peserta rapat lainnya.

Menurut sekda, rapat itu diperlukan mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Terlebih dari perkiraan BMKG, curah hujan akan tinggi dari Januari sampai Maret.

“Iya kita sudah melakukan rapat bersama kepala dinas terkait, Perhutani, camat, hingga lurah dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan dalam menghadapi musim hujan kali ini. Termasuk BPBD Kuningan, agar kita dapat bersama-sama mengantisipasi segala kemungkinan yang berpotensi terjadi saat musim penghujan ini. apalagi curah hujan nanti cukup tinggi,” kata sekda saat memberikan sambutan.

Sementara Bupati Acep Purnama turut mengomentari ketidakhadiran perwakilan Telkom dan PLN dalam rapat kebencanaan tersebut. Bupati beranggapan, meski status Telkom dan PLN milik pusat, namun wilayah kerjanya berada di Kabupaten Kuningan. Sehingga diperlukan juga koordinasi dengan dua instansi itu ketika terjadi bencana alam.

“Seharusnya Telkom dan PLN hadir dengan mengirimkan perwakilannya. Sebab nanti di lapangan akan bersama-sama. Jadi, kami membutuhkan koordinasi,” sebut bupati.

Terkait pencegahan pohon tumbang, Bupati Acep meminta, agar ranting-ranting pohon yang sekiranya dapat membahayakan pengguna jalan segera dipangkas. Apabila ada pohon yang memang harus ditebang, segera mungkin ditanam dengan pohon baru.

“Perlu diperhatikan juga apabila ada pohon-pohon yang usianya sudah tua dan terlihat lapuk, dikhawatirkan membahayakan jiwa masyarakat maka harus koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar dilakukan tindakan. Misalnya posisi pohon terdapat di pinggir jalan nasional atau provinsi, maka dinas Lingkungan Hidup segera melaporkan atau mengkoordinasikan segera kepada pihak terkait,” tegas bupati.

Dirinya sangat tidak berharap, jatuh korban jiwa akibat peristiwa musibah kebencanaan khususnya pohon tumbang. “Saya tidak mau ada jatuh korban akibat adanya kejadian itu. Jadi segera antisipasi sedini mungkin sehingga tidak ada kejadian yang menimbulkan korban,” tegasnya.

Tak hanya itu, bupati juga mengimbau, agar seluruh camat, lurah, hingga kepala desa dapat melaksanakan gerakan kebersihan lingkungan. Kegiatan yang dilakukan seperti membersihkan saluran air dan irigasi sungai-sungai, serta menghimbau masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan.

“Kejadian banjir dan bencana lainnya agar diwaspadai, jangan sampai terus berulang setiap tahun kita mengalaminya. Kita harus berupaya menjaga lingkungan kita dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air, irigasi, sungai dan yang perlu mendapat perhatian penting dari masyarakat, buanglah sampah pada tempatnya,” tutupnya. (ags)

Berita Terkait