Multiplier Effect ITB Kampus Cirebon

ITB-Cirebon
Kawasan lahan pembangunan kampus ITB Cirebon di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Foto: Dok. Radar Cirebon

CIREBON – ITB Kampus Cirebon yang berlokasi di Arjawinangun saat ini tengah dalam proses pembangunan. Menggunakan pola Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana tanah seluas 30 hektare dihibahkan oleh Pemkab Cirebon, sedangkan Pemprov Jabar tahun 2018 dan 2019 menghibahkan anggaran untuk pembangunan ITB Kampus Cirebon.

Direktur Pengembangan ITB, Dr Ir Sigit Darmawan kepada Radar mengatakan, pendirian ITB Kampus Cirebon sudah melalui restu dari Kemenristek Dikti. “Pendirian kampus didasarkan kepada Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kemenristekdikti, Pemprov Jabar dan PemKab Cirebon,” ujarnya, Jumat (13/12).

Sigit mengungkapkan perpaduan kerja sama antara Pemkab Cirebon dan Pemprov Jabar saat ini menjadi penopang pembangunan ITB Kampus Cirebon. “PemKab Cirebon menyiapkan dan menghibahkan lahan seluas 30 ha kepada Kemenristekdikti untuk pembangunan kampus. Untuk pembangunan fisik kampus, Pemprov Jabar telah memberikan hibah dana kepada ITB, masing-masing untuk TA 2018 sebesar Rp50 miliar dan untuk TA 2019 sebesar Rp75 miliar,” tuturnya.

Saat ini pihaknya tengah fokus dalam pembangunan tahap 1 ITB Kampus Cirebon. “Pembangunan kampus tahap 1 berupa dua gedung, jembatan dan infrastruktur kampus sepenuhnya menggunakan dana hibah dari Pemprov Jabar,” jelasnya.

Rencananya Agustus 2020 mendatang, menurut Sigit sudah akan dimulai pelaksanaan perkuliahan untuk empat program studi. “Pada saat ini sudah diselenggarakan empat Program Studi, yaitu Kriya, Perencanaan Wilayah dan Kota, Teknik Industri, dan Teknik Geofisika, yang pada saat ini kegiatan akademik masih dilaksanakan di kampus Jatinangor,” ungkapnya.

Sigit enggan menyebutkan anggaran total pembangunan kampus ITB Cirebon. “Pembangunan akan dilaksanakan bertahap, dan sampai tahun berapa pun kita belum bisa ungkap sampai tahun berapa. Begitu juga anggaran, jelas memerlukan anggaran yang cukup banyak, karena kita membangun kampus dari nol, dan itu akan dilaksanakan secara bertahap,” tuturnya.

Sementara itu Rektor ITB Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi DEA kepada Radar mengatakan, pihaknya sangat yakin dengan hadirnya ITB di Cirebon dapat membuat dampak positif bagi pembangunan di wilayah Cirebon. “Di manapun ketika berdiri sebuah perguruan tinggi, maka ekonomi akan berkembang. Contoh dengan banyaknya mahasiswa, karyawan, dosen yang beraktivitas, banyaknya tamu yang datang, itu pasti akan tumbuh ekonomi,” ujarnya.

Terlebih lagi menurut Kadarsah, ITB juga mempunyai laboratorium kelautan yang cocok dengan kondisi geografi Kabupaten Cirebon. “Yang kedua di Watubelah itu kita sudah memasang bersama dengan Kementerian Kelautan dan Maritim Korea, laboratorium kelautan yang didukung satelit laut. Kita harapkan kita bisa mengeksplor potensi laut, di Laut Jawa Cirebon itu ada apa, dan ini akan memudahkan bagi semua pihak untuk mempercepat mengembangkan komoditi laut. Apakah ikan, rumput laut, kimia laut, termasuk juga potensi-potensi laut itu juga akan bisa dikembangkan,” paparnya.

Kadarsah menilai hadirnya ITB juga akan membawa kemajuan bagi potensi-potensi yang ada di Kabupaten Cirebon. “Cirebon terkenal dengan batik, kami ke sini masih masuk dalam program kegiatan batik. Itu akan semakin menguatkan kualitas maupun citra batik Cirebon dengan sentuhan-sentuhan desain yang selalu up to date. Cirebon juga punya rotan, kami di ITB punya program studi desain produk, itu juga akan coba kita bantu untuk meningkatkan sentuhan-sentuhan bahan kualitas dari desain rotan Cirebon,” jelasnya.

Selain itu juga potensi pariwisata Cirebon juga akan didorong maju. “Lalu pariwisata, nanti setelah Bandara Kertajati beroperasi penuh, setelah ITB Arjawinangun dibangun kita rancang akan banyak kegiatan kongres atau seminar internasional dilakukan di Arjawinangun. Jadi pesawat dari Jepang, Amerika, Eropa itu nanti mendarat di Kertajati. Masuk Cirebon. Ini ada ekonomi yang masuk bukan hanya sainstifik tapi pariwisata,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya baru mendapatkan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jabar untuk pembangunan kampus tahap awal. “Kita saat ini sudah mendapat anggaran dari Pemprop Jabar untuk membangun tahap pertama. Jadi sambil menunggu yang dari KPBU yang 2020, tahun ini sudah akan kita bangun, tahap pertama Rp50 miliar, kita akan bangun gedung tiga lantai, pembangunan jembatan, penimbunan jalan dan penanaman pohon,” paparnya. (den)

Berita Terkait