Muhammad Saputra, Penjual Cilok Asal Indramayu yang Dijadikan Anak Angkat Artis Anang Hermansyah

Anang Hermansyah
Anang Hermansyah dan keluarga berkunjung ke rumah kerabat Muhammad Saputra di Desa Bugel, Kecamatan Patrol, Indramayu, Rabu (11/10). FOTO:KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Muhammad Saputra (11) anak yatim piatu pedagang cilok di sekolahnya di Tangerang Selatan yang viral di meda sosial itu ternyata berasal dari Indramayu. Bocah itu kini diambil oleh keluarga artis Anang Hermansyah.

Anang Hermansyah dan Ashanty bikin heboh. Bersama kedua putri mereka Titania Aurelie Nurhermansyah atau dipanggil Aurel dan Arsy Hermansyah, mereka datang ke kampung halaman orang tua Muhammad Saputra di Desa Bugel, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, Rabu (11/12). Keluarga selebriti itu datang bersama Muhammad Saputra.

Muhammad Saputra saat menjual cilok di sekolahnya di Tangerang Selatan, Banten.
FOTO:IST

Mendengar kabar adanya Anang dan istrinya Ashanty serta Aurel dan Arsy, warga pun berbondong-bondong ke Desa Bugel, yakni di Dusun Pasar. Anang dan keluarganya disambut hangat kerabat orang tua Putra– panggilan akrab Muhammad Saputra-. Mereka diterima di rumah salah satu kerabat Putra, yakni di RT 01 RW 02, Dusun Pasar, Desa Bugel. Mereka dijamu masakan khas Indramayu. Usai makan, tampak mereka berbincang akrab, sekaligus Anang meminta restu mengadopsi dan menyekolahkan Putra.

Tentu, kepedulian dan niat tulus Anang dan istrinya Ahsanty untuk merawat Putra disambut haru pihak keluarga dan kerabat orang tua bocah yatim piatu itu. Mereka menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada keluarga Anang.

“Kami pihak keluarga mendengarnya terharu. Kami terharu karena Mas Anang dan Mbak Ashanty mau merawat Putra. Kami mengizinkan dan merestuinya, karena Putra tidak punya orang tua. Ayah dan ibunya meninggal dunia. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Mas Anang dan Mbak Ashanty,” tutur Patik, kerabat orang tua Putra.

Pada kesempatan itu, Anang mengatakan akan merawat Putra dengan baik dan membiayai sekolahnya. Bahkan Anang ingin memondokkan Putra di pesantren sambil sekolah. “Dia saya masukin pesantren dulu, biar mendapatkan pendidikan agama untuk bekal dia nanti,” ujar Anang.

Sementara Ashanty menambahkan, dirinya sebelumnya sudah dua tahun kenal Putra. Bahkan bersama Anang, sering berkunjung ke rumah Putra di Jurangmangu, Tangerang Selatan. Menurut Ashanty, selain merawat, dirinya akan membantu biaya pendidikan Putra hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Pokoknya setinggi-tingginya dia (Putra) menempuh pendidikan. Kami ingin Putra jadi orang yang sukses. Kami juga tidak menjauhkan Putra dari keluarganya. Kami hanya ingin membantu, agar dia bisa sekolah yang benar, belajar jadi orang sukses,” kata Ashanty.

Muhammad Saputra merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Rawin (40) dan Nurhayati (38). Kedua orang tuanya itu pergi merantau kemudian tinggal di Jurangmangu, Tangerang Selatan, Banten. Saat Putra menginjak usia 9 tahun, ibunya meninggal dunia saat melahirkan anak keempat. Tak lama kemudian, ayahnya meninggal.

Putra bersama seorang kakaknya dan dua adiknya menjadi yatim piatu. Kakak lelakinya kemudian mengambil alih tanggung jawab orang tuanya untuk menghidupi ketiga adiknya. Melihat kakaknya mencari duit, Putra pun ikut tergerak hatinya ingin membantu kakaknya dengan berjualan cilok di sekolahnya. Saat ia berjualan, ada seseorang yang merekamnya kemudian videonya diunggah di medsos dan menjadii viral. (kom)

Berita Terkait