Mudik Lancar, Tinggal Arus Balik Diprediksi akan Padat di Tanggal 8-9 Juni, Tetap Berlakukan One Way di Tol

Arus lalu lintas di Tol Palikanci dan pantura Plumbon terpantau dari kamera udara ramai lancar. Tak terlihat penumpukan kendaraan di dua ruas jalur utama yang digunakan untuk arus mudik menuju arah Jawa Tengah itu. FOTO:ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON
Arus lalu lintas di Tol Palikanci dan pantura Plumbon terpantau dari kamera udara ramai lancar. Tak terlihat penumpukan kendaraan di dua ruas jalur utama yang digunakan untuk arus mudik menuju arah Jawa Tengah itu.FOTO:ANDRI WIGUNA/ RADAR CIREBON

CIREBON-Arus mudik pada H-2 Lebaran Tahun 2019, Senin (3/6), terpantau lancar. Dan, mulai Selasa (4/6), skema rekayasa one way atau satu arah di Jalan Tol Trans Jawa resmi dihentikan. Skeama ini akan kembali digelar pada arus balik.

Dengan tersedianya berbagai saranan dan prasarana penunjang arus mudik, upaya pemerintah untuk memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke kota-kota seperti Semarang, Solo, dan Jogjakarta menjadi di bawah 10 jam tercapai. Menhub Budi Karya Sumadi mengaku banyak mendapatkan laporan dari lapangan bahwa waktu tempuh dari Jakarta ke Solo kurang lebih 8 jam. “Kegembiraan banyak kami peroleh Jakarta-Solo 8 jam. Yang luar biasa Jakarta-Semarang bisa sampai 5 jam,” katanya.

Memang, kata Budi, hal ini bukan menjadi ukuran kesuksesan mudik. Namun setidaknya ini jadi bukti bahwa kemacetan yang selama ini ditakutkan bisa terhindarkan. Semakin bisa teratasi dengan baik. Skema lalu lintas one way juga berkontribusi. “Sebelumnya one way direncanakan 4 hari. Hari ini (Selasa (4/6)) tetap kami pertahankan karena banyak penumpang dari Jakarta menuju ke Jatim dan Jateng,” jelasnya.

Budi mengatakan bahwa pihak Kemenhub, Jasa Marga, ASDP, dan Kakorlantas tengah melakukan rapat berkaitan dengan rencana arus balik yang puncaknya diperkirakan terjadi pada tanggal 8 dan 9 Juni. “Saya minta ke teman- teman di Jasa Marga agar mempersiapkan dengan baik. Terutama ruang untuk bus yang kembali ke timur untuk mengangkut penumpang kembali. Karena tanggal 8 dan 9 itu banyak bus yang ke timur,” katanya.

Kemacetan dan penumpukan masih akan terjadi di rest area terutama di ruas Cipali. Menhub telah mengusulkan untuk meniadakan Gate Palimanan agar arus dari timhr ke barat bisa lebih lancar. “Semua terkait arus balik sudah dibahas. Sehingga saat pelaksanaan, bisa berjalan baik,” katanya.

Sementara itu, biasanya, Korlantas Polri menyudahi one way pukul 21.00 WIB. Tapi kemarin petugas kepolisian menyudahi sitem tersebut sejak sore hari. Kepadatan kendaraan yang berkurang signifikan menjadi pertimbangan utama.

Kabagops Korlantas Polri Kombes Benyamin menjelaskan bahwa kemarin pihaknya menutup one way sekitar pukul 16.00. Berdasar pantauan arus mudik yang dilakukan sampai kemarin petang, bukan tidak mungkin one way tidak diberlakukan Selasa (4/6). Namun demikian, Korlantas Polri masih perlu melihat perkembangan situasi di lapangan.

Yang pasti, Benyamin mengungkapkan, puncak arus mudik tahun ini sudah mampu dilewati dengan baik. Secara umum, Korlantas menilai rekayasa lalu lintas yang mereka terapkan sangat efektif. “Mungkin bisa ditanyakan kepada masyarakat,” imbuhnya. “Kalau tujuan kami memang (one way) untuk melancarkan arus lalu lintas,” tambah perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak tersebut.

Sementara pantauan Radar Cirebon, arus lalu lintas di Tol Trans Jawa maupun di jalur arteri pantura cukup lancar. Tidak terlihat antrean penumpukan kendaraan baik di gate tol Palimanan ataupun di jalur pantura.

Kasat Lantas Polres Cirebon AKP Ahmat Troy menyebut one way kemarin hingga pukul 16.00 WIB. Setelah itu lalu lintas kembali dinormalkan menjadi dua arah. “Ya, tadi (Selasa (4/6), red) one way sampai jam 4 sore. Setelah itu dinormalkan lagi,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengumpulan Tol, Keuangan, SDM dan Umum PT SMR selaku pengelola ruas Tol Kanci- Pejagan, Uum Jumadi, menyebut penambahan waktu untuk dilakukannya one way sesuai dengan permintaan Korlantas Polri. Hal ini dikarenakan masih banyak kendaraan yang keluar dari Jakarta.

“Kita menyesuaikan. Kalau instruksinya one way lagi, ya kita lakukan. Untuk saat ini belum ada instruksi apakah Selasa (4/6) akan ada one way. Kalau tidak ada instruksi, berarti arusnya kembali normal,” jelasnya kepada Radar Cirebon.

Uum sendiri menyebut jika puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (1/6) dan Minggu (2/6). Kendaraan yang melaju dari arah Jakarta menuju Jateng yang melewati Tol Trans Jawa begitu padat. Dikatakan Uum, jumlah peningkatan sendiri sekitar 15 persen jika dibanding hari-hari sebelumnya.

Namun diakuinya, karena one way, maka kendaraan-kendaraan cepat habis dan relatif lancar. “Hari ini (kemarin, red) cenderung landai. Arus lancar. Kalau melihat grafiknya, sepertinya puncaknya sudah lewat. Tinggal sekarang persiapan untuk nanti melayani arus balik,” pungkas Uum.

Sementara berdasarkan pantauan langsung wartawan koran ini di jalur pantura, tidak terjadi kemacetan seperti terjadi beberapa hari yang lalu. Di Bundaran Kedawung menuju Kota Cirebon misalnya, arus lalu lintas terpantau ramai lancar.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland  Ronaldy melalui Kasubbag Humas Iptu Momon Sukarman SH mengatakan, situasi arus lalu lintas hingga kemarin terpantau aman dan terkendali. Dijelaskan, dalam wilayah hukum Polres Cirebon Kota jalur arteri pantura Jakarta-Cirebon situasi arus lalin ramai lancar. Kecepatan rata-rata 40-60 km/jam.

Demikian pula dengan arah sebaliknya. Untuk jalur Tol Palikanci dari Km 205 sampai 211 dari Jakarta menuju Jateng, dilaporkan petugas ramai lancar. Kecepatan kendaraan mencapai 60-80 km/jam. “Sedangkan di rest area Km 207 jalur A volume kendaraan ramai lancar. Area parkir masih memadai, tak ada antrean. Kendaraan baik yang keluar maupun masuk rest area Km 208 jalur B juga sama. Sampai saat ini (kemarin) tidak ada kejadian maupun kecelakaan yang menonjol yang dilaporkan. Alhamdulillah berjalan lancar, selanjutnya fokus untuk arus balik,” tandasnya. (tau/syn/ful/dri/gus)

Berita Terkait