Minta PBB Reda Ketegangan Pakistan-India

india-pakistan-tegang
KETAK: Polisi India memperketat penjagaan di Jammu, Senin (18/2). Pengetatan penjagaan dilakukan pasca bom bunuh diri pada 14 Februari yang membunuh sekitar 40 tentara. Foto: AP

ISLAMABAD – Menteri luar negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi meminta Sekretaris Jenderal PBB membantu meredakan ketegangan dengan India yang telah meningkat tajam. Konflik itu pecah, setelah terjadinya serangan bom bunuh diri di bagian India dari Kashmir yang disengketakan oleh India dan Pakistan.

“Dengan perasaan mendesak, saya meminta perhatian Anda pada situasi keamanan yang memburuk di wilayah kami akibat ancaman penggunaan kekuatan terhadap Pakistan oleh India,” kata Shah Mahmood Qureshi menulis kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

“Sangat penting untuk mengambil langkah-langkah de-eskalasi. PBB harus turun tangan untuk meredakan ketegangan,” tulisnya, menyalahkan India karena dengan sengaja menaikkan retorika permusuhannya karena alasan politik domestik.

Perdana Menteri India Narendra Modi, memperingatkan Pakistan untuk memberikan tanggapan kuat, terhadap pemboman yang diklaim oleh kelompok militan yang terkait dengan Pakistan.

Ketegangan antara Pakistan dan India memanas setelah seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat konvoi polisi India di Kashmir yang dikuasai India pada hari Kamis. Insiden itu menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter.

Jaish-e Mohammad, sebuah kelompok militan yang berbasis di Pakistan dan menginginkan negara bagian India Jammu dan Kashmir menjadi bagian Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas insiden itu. Namun Pemerintah Pakistan membantah terlibat aksi bom bunuh diri itu.

“Mengaitkannya dengan Pakistan bahkan sebelum investigasi tidak masuk akal. India harus melakukan penyelidikan terbuka dan kredibel atas insiden Pulwama,” kata Qureshi.

Jammu dan Kashmir yang dihuni mayoritas penduduk muslim merupakan negara bagian di perbatasan antara India dan Pakistan, telah berselisih sejak pemisahan India pada 1947. Kontrol dibagi antara kedua negara tetapi masing-masing mengklaim wilayah secara penuh. (der/cna/fin)

Berita Terkait