Minat Warga Indramayu ke Luar Negeri Masih Tinggi

Job-fair
MULAI SEPI: Suasana hari terakhir pelaksanaan job fair di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Kamis (31/10). UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Minat warga Kabupaten Indramayu untuk bekerja ke luar negeri ternyata masih tinggi. Hal itu bisa dilihat saat kegiatan bursa kerja, yang diselenggarakan di Halaman kantor Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Kamis (31/10).

Salah seorang peserta job fair, Didi Wahyu mengatakan, banyak warga yang berminat mendaftar di lembaga pelatihan kerja miliknya, untuk bisa bekerja di luar negeri. Jumlahnya mencapai 91 orang. Adapun lowongan yang tersedia di antaranya di bidang manufaktur, dan perawat.

Sempitnya lapangan pekerjaan di daerah dan pengaruh teman atau tetangga, membuat mereka memilih ke luar negeri untuk tempat bekerja. Antusiasme para pelamar itu tak lain karena gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan yakni Rp15 juta.

“Bayangkan saja, lowongan itu untuk lulusan sekolah menengah atas dengan batas usia maksimal 27 tahun, tapi gajinya cukup tinggi,” kata Didi.

Kepala Bidang Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Johar Manun mengatakan, pada bursa kerja kali ini total ada sekitar 4.000 lowongan. Dari jumlah itu 75 persen di antaranya berbasis di Indramayu. Johar menambahkan, banyaknya perusahaan lokal yang ikut serta sesuai dengan rencana dari pemerintah daerah.

Dengan adanya lowongan di daerah sendiri, masyarakat diharapkan bisa bekerja dekat dengan kampung halamannya sendiri. Kendati demikian, dia pun menyadari jumlah lowongan di daerah masih cukup terbatas.

Oleh sebab itu, minat warga yang ingin bekerja di luar negeri tak bisa dibendung.
Dia mengatakan, dari awal tahun hingga Oktober 2019 ini tercatat sudah ada 17.000 warga Kabupaten Indramayu yang bekerja di luar negeri. Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah karena belum memasuki akhir tahun.

“Kalau pada tahun 2018 ada sekitar 22.000 orang. Kebanyakan bekerja di negara Malaysia, Hongkong, Singapura, dan Taiwan. Kalau untuk negara Timur Tengah tidak ada kerja sama,” ungkapnya.

Pemerintah daerah, kata Johar, juga terus menambah intensitas bursa kerja di Kabupaten Indramayu. Hal itu bertujuan agar para perusahaan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Tahun ini bursa kerja telah dilaksanakan sebanyak dua kali. (oet)

Berita Terkait