Menteri Susi Tegaskan Tidak Makan Ikan, Tenggelamkan!

Ketua DPD PUI Kuningan Dr H Toto Toharudin MPd bersama Menteri Kelautan dan Bupati H Acep Purnama. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Ketua DPD PUI Kuningan Dr H Toto Toharudin MPd bersama Menteri Kelautan dan Bupati H Acep Purnama.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak seluruh elemen masyarakat mulai gemar makan ikan untuk memperbaiki kualitas generasi bangsa sehingga tidak kalah dengan bangsa lain.

Hal tersebut disampaikan Susi saat kegiatan kunjungannya menghadiri Milad PUI ke 67 di Balai Desa Cilimus, Kamis (11/4). Hadir dalam acara tersebut Bupati Kuningan Acep Purnama dan Wakil Bupati M Ridho Suganda, Ketua PUI Kabupaten Kuningan Toto Toharudin dan para santri MTs PUI Cilimus.

Menurut Susi, salah satu persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah masih tingginya jumlah penderita gizi buruk yang menyebabkan stunting atau kekerdilan. Dari tiga anak Indonesisa, kata dia, ternyata satu di antaranya mengalami tubuh pendek atau kerdil.

“Salah satu penyebabnya adalah kerena kekurangan asupan gizi terutama protein. Protein banyak didapat dari ikan dan telur. Padahal Indonesia selama ini dikenal sebagai negara dengan wilayah laut terpanjang kedua di dunia yang seharusnya bisa menghasilkan ikan berlimpah, tetapi masih banyak masyarakat yang kekurangan makan ikan,” ujar Susi.

Susi mengatakan, masih ada daerah di Indonesia yang hingga saat ini masyarakatnya hanya mengonsumsi ikan masih sekitar 9 hingga 10 kilogram per tahun. Sedangkan di daerah yang lain, sudah ada yang mencapai 60 kilogram per tahun.

“Angka tertinggi stunting ternyata ditemukan di daeah Jawa Timur, sedangkan di Jawa Barat terbilang rendah. Karena banyak daerah seperti Ciamis, Banjar dan Tasikmalaya masyarakatnya terbiasa memelihara ikan dan mengonsumsinya. Ini perlu ditiru, tetapi saya berharap kalau sudah punya kolam ikan nanti hasilnya sebagian besar untuk dikonsumsi, bukan dijual lagi untuk dibelikan tempe atau tahu. Itu bukan cerdas namanya,” kata Susi yang disambut tawa warga.

Persoalan bangsa di era globalisasi saat ini, kata Susi, adalah adanya persaingan dunia kerja antar negara yang bebas masuk kemana pun mereka mau. Ketika banyak generasi Indonesia yang bertubuh pendek, praktis ini akan berdampak pada psikologis mereka dan akibatnya akan kalah saing dengan pencari kerja asing yang bertubuh tinggi dan cerdas.

“Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mulai menyiapkan SDM anak-anak bangsa, salah satunya dengan memberikan asupan gizi yang cukup terutama protein dan omega dari ikan. Untuk ibu-ibu, kalau belanja ke pasar harus ingat Bu Susi kalau tidak mau ditenggelamkan. Dari pada beli daging ayam atau sapi yang harganya lebih mahal dan tidak mengandung omega, lebih baik beli ikan yang harganya lebih murah dan kandungan gizinya sangat tinggi,” ujar Susi.

Selain itu, Susi juga berpesan kepada masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan sampah plastik. Hal ini, kata Susi, karena sangat berkaitan erat dengan kelangsungan biota laut yang akhir-akhir ini banyak terganggu akibat timbunan sampah plastik.

“Meskipun Kuningan berada di daerah pegunungan dan tidak punya laut, tapi kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan ke sungai turut menyumbang terhadap kerusakan biota laut. Karena bagaimana pun juga aliran sungai muara akhirnya adalah ke laut juga,” ujar Susi.

Sementara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama mengapresiasi kehadiran Menteri Susi ke Kabupaten Kuningan untuk semakin memotivasi warga Kuningan untuk semakin gemar makan ikan. Disebutkan Acep, kebutuhan ikan Kabupaten Kuningan saat ini mencapai 70 ton per hari, namun baru terpenuhi antara 40 hingga 50 ton saja.

“Banyak masyarakat Kuningan yang memanfaatkan lahan kosong di rumahnya sebagai kolam ikan hobi. Namun ke depan saya berkeinginan agar kolam hobi tersebut bisa dikembangkan menjadi kolam produktif untuk membantu pemenuhan kebutuhan ikan masyarakat Kuningan tanpa harus mendatangkan dari luar,” ujar Acep.

Di akhir acara, Menteri Susi berkesempatan memberikan bantuan 1,3 ton ikan konsumsi, benih ikan mas 75.000 ekor, benih ikan nila 75.000 ekor, dan 1,5 ton pakan mandiri kepada PUI (Persatuan Umat Islam) Kabupaten Kuningan. Selanjutnya, Susi dan rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melanjutkan perjalanan kunjungan ke Pesantren Manbaul Ulum Ciawigebang untuk kegiatan serupa. (fik)

Berita Terkait