Meninggal Tak Wajar, Polisi Bongkar Kuburan Kasromi

Jenazah Kasromi usai menjalani otopsi dinaikkan ke ambulans untuk dikuburkan di TPU Desa Indrakila, Kecamatan Karangkancana.FOTO:M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Setelah lebih dari sepekan dikebumikan, kuburan Kasromi (63) di TPU Desa Sindangjawa, Kecamatan Cibingbin, dibongkar kemarin (22/10). Tim penyidik Polres Kuningan akan melakukan otopsi karena dugaan kematiannya yang tak wajar.

Suasana haru menyelimuti pembongkaran kuburan Kasromi yang dikebumikan pada tanggal 11 Oktober lalu tersebut. Erah, istri Kasromi pun tak kuasa menahan tangis hingga beberapa kali pingsan saat proses otopsi dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Reza Falevi memimpin langsung proses otopsi yang melibatkan tim dokter forensik RS Bhayangkara Losarang, Indramayu, yang dilakukan tertutup tersebut. Butuh waktu hingga tiga jam untuk tim forensik memeriksa organ tubuh bagian dalam Kasromi yang jenazahnya ditemukan dalam kondisi terbenam di parit sawah oleh warga 11 hari yang lalu.

“Dari hasil pemeriksaan tim forensik, ditemukan ada material air, pasir dan lumpur di paru-paru korban. Atas temuan tersebut, kami menyimpulkan korban memang meninggal dunia akibat pembunuhan,” ungkap Kasat Reskrim Reza Falevi kepada Radar Crebon usai otopsi.

Reza menerangkan, proses penggalian kembali kuburan Kasromi tersebut atas dasar laporan pihak keluarga yang mencurigai penyebab kematian korban yang tidak wajar. Salah satunya ada temuan luka lebam di bagian punggung dan tengkuk yang diduga akibat benturan benda tumpul.

“Kronologi awalnya dari korban ditemukan meninggal dunia di parit dekat sawahnya pada hari Jumat siang tanggal 11 Oktober lalu. Waktu itu pihak keluarga langsung membawa pulang korban untuk diurus kemudian dikebumikan, namun saat dimandikan menemukan ada kejanggalan. Namun demikian, pihak keluarga tetap menguburkannya. Hingga akhirnya setelah semua anggota keluarga berkumpul dan mengetahui kejanggalan tersebut, baru kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian,” ungkap Reza.

Atas laporan tersebut, pihak kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan dengan mencari data dan keterangan para saksi di sekitar lokasi kejadian. Hingga akhirnya setelah semua bahan dinilai cukup, dilanjutkan pembongkaran kuburan korban untuk dilakukan otopsi terhadap jasad Kasromi untuk melengkapi data penyidikan.

“Dengan adanya temuan tadi, kami pastikan penyebab kematiannya memang ada unsur kekerasan yang dilakukan oleh seseorang. Bahkan kasus ini pun kami sudah tingkatkan ke tahap penyidikan dan telah mengantongi satu nama sebagai tersangka pelakunya,” ungkap Reza.

Namun demikian, Reza belum bersedia menyebutkan identitas tersangka tersebut maupun hubungan keluarga termasuk motif pelaku menghabisi korban. “Kami belum bisa sampaikan tersangkanya karena masih dalam penyidikan. Nanti setelah semuanya sudah lengkap akan langsung kita sampaikan kepada media,” ujar Reza.

Setelah proses otopsi selesai dilakukan, tampak jenazah Kasromi tidak dikuburkan kembali di lokasi yang sama melainkan dinaikkan ke ambulans untuk dipindah ke TPU Desa Indrakila, Kecamatan Karangkancana. Ini dilakukan atas permintaan keluarga korban dari istri pertamanya yang tinggal di Desa Indrakila. (fik)

Berita Terkait