Memasuki Industri 4.0 dan 5.0, IAI BBC Serba Digital

IAI-BBC
Rektor Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon (BBC), Oman Faturrohman meminta dosen dan civitas akademika memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang hendak menyelesaikan kuliah. FOTO: NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON – Rektor Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon (BBC), Oman Faturrohman meminta jajaran dosen dan civitas akademik memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang hendak menyelesaikan kuliah.

“Paling cepat, 3,5 tahun mahasiswa IAI BBC sudah lulus, maka jangan dipersulit,” ungkap Oman.

Oman menyatakan, jika mahasiwa terlambat lulus, maka rugi waktu dan terkena beban biaya tambahan. Hal itu tentu akan memberatkan mahasiswa itu sendiri.

“Meski memberikan kemudahan akan tetapi aspek kualitas juga harus diperhatikan, sehingga IAI BBC bisa cepat meluluskan mahasiswa yang berkualitas,” ujarnya pada Radar Cirebon.

Selain itu, lanjutnya, IAI BBC telah berhasil menggunakan sistem daring dan pembelanjaran e-learning. Menurutnya, keberhasilan daring dan e-learning inilah membuat IAI BBC menjadikan pionir (percontohan) studi banding dari Perguruan Tinggi di Jawa Barat.

“Kami sudah jalan dua tahun menggunakan metode daring ini, bahkan beberapa kampus sengaja melakukan study banding kemari untuk mengetahui kiat sukses pelaknaan daring ini,” kata Oman.

Dikatakannya, adanya perkembangan proses belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi yang mengenalkan penggunaan media elektronik seperti komputer dalam menyebarkan informasi di era saat ini sangatlah penting.

Di bidang pendidikan, lanjutnya, perkembangan TIK ini memicu berkembangnya e-Learning. “E-Learning atau electronic learning adalah sebuah konsep dalam proses pembelajaran dengan menggunakan TIK, khususnya menggunakan media yang berbasis Internet,” tuturnya.

Istilah e-Learning sendiri, sebutnya, memiliki kesamaan makna dengan beberapa istilah lain seperti online learning, virtual classroom dan virtual learning.

“Kami saat ini lebih dulu menggunakan sistem paperless, semuanya serba digital mulai dari awal perkuliahan, presentasi, sistem pembayaran, penilaian, pembelajaran, surat-menyurat dan lain-lain sudah berbasis digital atau online. Kami ingin mahasiswa dan dosen tidak gagap terhadap teknologi, apalagi sekarang akan memasuki revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” tukas Oman. (via)

Berita Terkait