Mediasi Sengketa Pilwu Suranenggala Kulon Gagal

MEDIASI GAGAL: Puluhan pendukung calon kuwu nomor urut 2 Desa Suranenggala Kulon, Kecamatan Suranenggala kembali menggeruduk kantor Pengadilan Negeri Sumber, kemarin (3/12). FOTO: ILMI YANFAUNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON – Sengketa hasil Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak di Desa Suranenggala Kulon, Kecamatan Suranenggala masih berlanjut. Kemarin (3/12), puluhan pendukung calon kuwu nomor urut 2 Desa Suranenggala Kulon, Kecamatan Suranenggala kembali menggeruduk kantor Pengadilan Negeri Sumber.

Sayangnya, belum ada titik temu. Proses mediasi pun gagal dilakukan. Pasalnya, empat terlapor tak hadir. Kuasa hukum, Walim SH MH mengatakan, prosesnya kali ini belum masuk tahap persidangan. Masih di tahapan mediasi.

Hanya saja, di jadwal mediasi kali ini para terlapor, yakni BPD, panitia pilwu, dan kuwu terpilih, Bupati tidak bisa hadir secara langsung. Alhasil, belum ada keputusan.

“Aturannya, pada saat pertemuan mediasi ini, prinsipalnya atau mereka para terlapor tidak bisa diwakilkan secara aturan. Akhirnya mediasi pun gagal,” ujar Walim.

Dia menjelaskan, mediasi boleh diwakilkan manakala ada surat kuasa istimewa. Yakni para terlapor mengalami kejadian di luar dugaan. Misalnya karena sakit. Tetapi di luar itu, tidak boleh diwakilkan.

“Ketika sampai batas waktu satu bulan proses mediasi gagal karena sudah ditutup. Langkah selanjutnya, akan langsung masuk ke persidangan,” jelasnya.

Menurutnya, mediasi ini ditempuh sebagai upaya mencari solusi untuk meraih kesepakatan mufakat. Bahkan, dukungan dari warga terus mengalir hingga di pengadilan negeri Sumber. Sebab, warga Suranenggala Kulon, tidak tertampung aspirasinya, yakni menyalurkan hak pilihnya.

“Warga rela datang sendiri untuk mengawal proses sengketa pilwu hingga ke Pengadilan Negeri. Karena, tuntutan warga pun masih tetap menginginkan untuk dilakukan pilwu ulang, lantaran kecewa dengan hasil pilwu,” pungkasnya.  (sam)

Berita Terkait