Masyarakat Mulai Beralih dari Gas Melon ke Bright Gas

Bright-Gas
PT Pertamina melakukan uji pasar Bright Gas ukuran 3 kg di Surabaya dan Jakarta. Foto: Jawa Pos

INDRAMAYU – Adanya kampanye kalau gas elpiji 3 kg hanya untuk masyarakat miskin, membuat sebagian warga di Indramayu mulai beralih ke bright gas. Terutama mereka yang memiliki rumah makan atau restoran.

Mereka mulai memiliki kesadaran kalau gas 3 kg merupakan gas bersubsidi yang diperuntukan bagi masyarakat miskin.
Salah seorang pengecer gas di Indramayu, Indra mengungkapkan, penjualan bright gas 5,5 kg di tokonya dalam sebulan mencapai 100 tabung.

Menurut Indra, sebagian besar konsumennya merupakan pemilik rumah makan atau penjual makanan seperti pedagang martabak, pecel lele, dan pedagang makanan lainnya.

Selain itu ada juga konsumen perseorangan. Untuk konsumen perorangan biasanya membeli bright gas ketika persediaan elpiji 3 kg tidak ada.

“Ya mungkin mereka mulai sadar dan malu, karena gas 3 kg kan untuk masyarakat miskin. Jadi mulai beralih ke bright gas,” kata pemilik Toko 38 yang terletak di Jalan Suprapto Indramayu ini, Rabu (13/11).

Sementara itu, Pemilik Rumah Makan Elrika, Dedi mengatakan, dirinya juga mulai menggunakan bright gas karena merasa malu ketika harus menggunakan elpiji 3 kg. Di samping itu, alasan lainnya karena bright gas memang lebih berkualitas dan irit.

Selain itu pemakaiannya juga lebih aman dibandingkan gas yang lain. “Pemakaiannya lebih mudah dan aman. Selain itu juga lebih irit,” ungkapnya.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami menjelaskan, data penjualan dari bulan Januari-September 2019 untuk gas nonsubsidi seperti elpiji bright gas 5,5 kg, 12 kg, elpiji 12 kg dan 50 kg (tabung biru) di Kabupaten Indramayu mencapai 549 MT (metric ton). Sementara, untuk gas bersubsidi elpiji 3 kg mencapai 35.972 MT dalam kurun waktu yang sama.

“Memang angka penjualan bright gas masih jauh dibandingkan gas elpiji 3 kg. Tapi setidaknya masyarakat sudah mulai beralih ke bright gas,” tuturnya.

Dikatakannya, untuk terus meningkatkan penjualan gas nonsubsidi seperti bright gas, pihaknya terus melakukan program trade ini bright gas, yaitu penukaran dari elpiji 3 kg ke bright gas. Selain itu juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bright gas.

“Kita terus sosialisasikan kepada masyarakat yang mampu agar beralih ke bright gas, karena elpiji 3 kg itu hanya untuk masyarakat miskin. Bright gas juga lebih aman dan lebih berkualitas,” ungkapnya. (oet)

Berita Terkait