Malaysia vs Indonesia, Buktikan Garuda!

Ilustrasi

KUALA LUMPUR-Masih ada harapan bagi Indonesia untuk lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Namun, peluangnya sangat tipis. Apalagi dengan catatan buruk di empat pertemuan sebelumnya, maka di empat laga terakhir harus menang. Empat laga terakhir itu adalah melawan Malaysia hari ini 19 November, kemudian Thailand pada 26 Maret 2020, Uni Emirat Arab pada 31 Maret 2020, dan terakhir jumpa Vietnam 4 Juni 2020. Posisi Indonesia memang sangat mengkhwatirkan. Meski demikian, perjuangan masih harus dilakoni.

Dan, malam nanti Garuda Senior menjalani laga tandang menghadapi Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Pada pertemuan pertama, Harimau Malaya– julukan Malaysia– berhasil menerkam Indonesia 2-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam matchday pertama babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia Grup G, awal September lalu. Malam nanti, timnas tanpa Simon McMenemy setelah dipecat PSSI atas rentetan rekor buruknya melatih penggawa timnas. Selain ditekan oleh pemain Malaysia, timnas juga diprediksi mendapat pressure dari fans tuan rumah.

Dilansir dari The Strait Times, tiket pertandingan melawan Timnas Indonesia telah ludes terjual. Panpel mencetak 74.380 lembar untuk duel El Clasico Asia Tenggara bergengsi tersebut. Kenangan pahit suporter Malaysia belum hilang saat pertemuan pertama kedua kesebelasan di SUGBK, 5 September lalu. Ketika itu, sejumlah insiden terjadi. Termasuk, penyerangan suporter Timnas Indonesia kepada para pendukung Malaysia.

Kendati dalam posisi terpojok, asisten pelatih Indonesia Yeyen Tumena mengaku akan memberikan permainan terbaik. Mantan bek PSM Makassar itu mengatakan banyak perubahan pemain di Timnas Indonesia karena berbagai kondisi. Salah satunya pemulihan mental. ”Pemain dalam kondisi baik untuk menjalani pertandingan ini. Para pemain juga sudah melupakan hasil buruk yang didapat pada laga-laga sebelumnya. Kondisi tim sudah berubah. Mereka juga siap memberikan yang terbaik untuk laga ini,” ujarnya.

Pria kelahiran Padang 43 tahun silam itu mengatakan persiapan Indonesia sudah cukup untuk menghadapi Malaysia. “Kami telah melakukan banyak perbaikan agar tim bisa bangkit dari empat laga sebelumnya yang mendapatkan hasil tidak maksimal. Laga ini bakal menjadi momentum agar kami meraih kemenangan,” ujarnya.

Meski demikian, Yeyen yang bakal menjadi pemimpin dalam pertandingan tersebut enggan menganggap remeh tim tuan rumah. Baginya, Malaysia merupakan tim yang bagus. Apalagi Malaysia baru saja mengalahkan Thailand dengan skor 2-1. “Malaysia bermain dengan sangat simpel, bermain dengan sangat baik (saat menang lawan Thailand). Di dua pertandingan, bahkan kalau kita lihat, mereka bermain secara tim,” jelas Yeyen.

Kendati demikian, Yeyen memberi jaminan bahwa anak asuhnya dapat meredam kekuatan Malaysia. “Buat kami, siapapun pemain yang akan datang ke pertahanan kami, itu adalah pemain yang berbahaya. Jadi kita tidak mengkhususkan harus menjaga siapa. Siapa pun pemain Malaysia, adalah pemain terbaik,” tuntasnya.

Tekad serupa juga diungkapkan oleh salah satu pemain Timnas Indonesia Yanto Basna. Pemain belakang skuad Garuda itu mengaku bahwa rekan-rekannya akan berjuang keras dalam menjalani laga ini. “Kami sudah datang sejak seminggu lalu dan melakukan persiapan sejak awal di sini. Untuk itu kami optimis dan bertekad berjuang keras melawan Malaysia,” jelasnya.

Pemain asal Papua itu juga menyebut timnas sudah menyiapkan strategi untuk melawan Malaysia. Dia menyatakan rekan setimnya penuh semangat menghadapi duel penuh gengsi tersebut. “Semua strategi dan taktik melawan Malaysia sudah diberikan pelatih. Tentu kami semua akan bekerja keras. Kami juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia, baik yang hadir di stadion maupun yang nonton di rumah,” pintanya.

Pelatih Timnas Malaysia Tan Cheng Hoe berharap laga nanti para pemain dan suporter mampu mengendalikan emosi. “Kepada para pemain, saya mau mereka melakukan tugas dan tidak memikirkan insiden yang sudah terjadi,” ujar Cheng Hoe dilansir dari New Straits Times. “Kami pun tak mau terpancing emosi,” tambahnya. (gie/fin/tgr)

Berita Terkait