Maksa Masuk Gang Desa, Truk Molen Terbalik

Truk-molen2
TERBALIK: Truk molen bermuatan material cor beton terbalik di Blok Tengah Desa Lobener Lor Kecamatan Jatibarang sejak Minggu malam. Hingga Senin sore (15/7) truk belum bisa dievakuasi. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Maksa masuk jalan gang, truk molen nopol E  9543 UIN bermuatan material cor beton terbalik sekitar pukul 21.30 WIB, Minggu (14/7). Rencananya, truk molen hendak mengecor gudang milik salah satu warga Blok Tengah RT 05/02 Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang.

Meski tidak sampai memakan korban jiwa, truk molen dengan berat 18 ton yang terbalik itu masih belum bisa dievakuasi hingga Senin (15/7) sore. Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengatakan, terbaliknya truk molen pembawa material cor beton karena pengemudi kurang memerhatikan kondisi jalan gang yang sempit.

Terlebih kontur tanah jalan yang dilintasi truk tidak dapat menahan berat kendaraan. Akibatnya, tanah amblas dan membuat mobil terbalik.

“Sopir terlalu memaksakan, truk terlalu ke kiri yang sangat dekat dengan drainase. TPT saluran pembuangan tak dapat menahan beban akhirnya terbalik,” ucap warga.

Sementara itu, Lurah Lobener Lor Toto menuturkan, pemerintah desa menerima loporan adanya truk molen yang terperosok di wilayahnya sekitar pukul 09.30 WIB.

Dirinya tak menyangka ada truk molen yang memaksakan masuk ke jalan gang yang merupakan jalan desa yang sempit. “Tidak ada koordinasi dengan pemdes, akan adanya truk molen yang akan melakukan plester gudang milik warga, padahal seharusnya tahu jalan gang lebarnya berapa, jangan memaksakan diri,” ujarnya.

Dikatakan Toto, pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan perusahaan truk dan pemilik gudang untuk melakukan evakuasi truk molen. Selain itu meminta tanggung jawab untuk kembali memperbaiki fasilitas jalan dan tembok penahan tanah (TPT) saluran pembuang yang rusak.

“Pihak perusahaan juga akan bertanggung jawab, karena yang rusak fasilitas desa. Sedangkan untuk evakuasi mobil terkendala jalan sempit, sampai sekarang belum bisa dievakuasi,” tuturnya. (oni)

Berita Terkait