Majalengka Segera Bangun Command Centre, Dianggarkan Rp 5 Miliar

comannndan-cetre
TINGKATKAN PELAYANAN: Bupati Karna Sobahi saat launching program Quick Respons Raharja, Maret 2019. Program ini akan terus dikembangkan dengan membangun comand centre di tahun 2020. FOTO: DOKUMEN RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka berencana membangun command centre terpadu di tahun 2020 mendatang. Anggaran Rp 5 miliar telah disiapkan dalam APBD 2020 untuk program yang bertujuan mengakselerasi pelayanan dan partisipasi masyatakat dalam pembangunan.

Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan command centre ini sebagiannya merupakan suport dari bantuan Pemprov Jawa Barat, dan dari Kabupaten Majalengka sendiri.

Lokasinya direncanakan akan didirikan di lingkungan kompleks Setda, agar nantinya memudahkan pengendalian dam pendistribusian tugas kepada leading sector terkait, ketika operator menerima pengaduan dan aspirasi dari masyatakat yang masuk.

“Kita ingin partisipasi masyatakat dalam pembangunan tidak hanya dilakukan dengan metode birokratis. Makanya command centre ini akan kita gagas, agar penyaluran pengaduan, keinginan, aspirasi, maupun keluhan dari masyarakat dapat langsung disampaikan. Nanti ditindaklanjuti langsung oleh leading sector terkaitnya,” terang bupati.

Command centre ini juga merupakan pengembangan program sistem SP4N LAPOR, yang pada bulan Maret lalu telah di-launching Pemkab Majalengka dengan meluncurkan perogram Quick Respons Majalengka Raharja 112.

Untuk mengefektifkan ini, petugasnya akan diangkat tersendiri melalui SK Bupati, dan tentu personelnya atau operatornya bisa jadi dibutuhkan lebih banyak sesuai dengan indeks banyaknya laporan pengaduan yang masuk. Dan, akan bertugas 24 jam penuh menerima laporan dan pengaduan masyarakat.

Mengenai pengelolaannya, akan terintegrasi sampai ke seluruh OPD dan kecamatam. Sehingga pelayanannya ditingkatkan menjadi lebih cepat dalam merespons laporan yang masuk. Misalnya, untuk laporan terkait peristiwa darurat bencana alam, penanganannya diharapkan dapat lebih cepat dari sebelumnya. Petugas penerima laporan di command centre langsung meneruskan ke petugas lainya di leading sector terkait.

Saat ini, yang menjadi rujukan waktu penanganan laporan pengaduan tercepat dalam merespons pengaduan masyarakat adalah command centre yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kota Surabaya, dengan waktu penanganan pengaduan di angka rata-rata 7 menit. Dan telah diapresiasi sejumlah lembaga pemerintah maupun NGO dalam dan luar negeri. (azs)

Berita Terkait