Majalengka Layak Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Ini Alasannya

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati

MAJALENGKA – Kabupaten Majalengka kembali mendapatkan perhatian serius seiring masuk sebagai kajian kawasan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Bahkan Kota Angin tepatnya Kertajati masuk sebagai hasil penelitian tertinggi daftar pendek (shortlist) mengungguli sejumlah kabupaten/kota lain di Jawa Barat lainnya.

Menurut akademisi Diding Bajuri, wacana pemindahan ibu kota provinsi Jawa Barat bukan sekadar mengikuti tren rencana pemindahan ibu kota Indonesia. Namun hal itu merupakan kebutuhan yang mendesak dengan alasan yang komprehensif dan multifaktor.

Diding mengatakan, wacana pemindahan ibu kota provinsi itu mendesak dan mendapat persetujuan legislatif serta komponen dan elemen masyarakat Jawa Barat. Maka penentuan calon ibu kota baru harus berdasarkan hasil kajian yang serius, serta multidimensi.

“Artinya bukan semata-mata didasarkan pada posisi geografis, demografis serta topografis. Namun lebih dari itu, perlu mempertimbangkan aspek lain. Di antaranya daya dukung anggaran pemindahan dan pembangunan sarana prasarana ibu kota provinsi serta aksesibilitas transportasi dan komunikasinya,” sebut Diding.

Sehingga, kata Diding, lokasi ibu kota baru dapat menunjang kelancaran tata kerja dan tata hubungan ibu kota provinsi dengan seluruh wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

Diding menambahkan, terkait dengan hal tersebut apabila Kertajati dipilih sebagai solusi alternatif untuk Ibu Kota Jawa Barat, maka itu adalah langkah yang tepat. Mengingat daya dukung yang dimiliki Kertajati sangat lengkap dan ketersediaan lahan juga lebih dari cukup.

Di samping itu juga suplai air sangat memadai, serta aksesibilitas transportasi darat, laut dan udara pun tersedia. Lebih dari itu, Kertajati memiliki letak yang sangat strategis dilihat dari geografis sebagai sentral point Jawa Barat yang lokasinya berada dalam segitiga Rebana,  Pelabuhan Patimban, serta Pelabuhan Cirebon, didukung pula dengan dua akses jalan tol Cisumdawu dan Cipali.

“Sebagai warga Majalengka serta dari unsur akademisi, saya sangat mendukung dan bangga apabila Kertajati terpilih menjadi opsi final dari hasil feasibility study (fs) yang telah dilakukan terhadap beberapa alternatif calon ibu kota provinsi,” katanya.

Namun kedepannya, akan ada pekerjaan rumah (PR) jika Majalengka dipilih sebagai ibu kota Jawa Barat. Salah satunya adalah kemampuan pemerintah kabupaten bersama-sama dengan komponen dan elemen lain untuk mengawal rencana tersebut dengan baik. Sejak dini harus dilakukan perencanaan integratif secara sinergis dengan Pemprov Jawa Barat dalam hal pemanfaatan lahan dan ruang) khususnya di wilayah kertajati serta daerah penyangga, Subang, Indramayu, Cirebon dan Sumedang.

Berbagai pertimbangan lainnya, Selain menjadi sentral poin Jawa Barat, Majalengka juga memiliki lapangan terbang Lanud S Sukani. Sehingga dari aspek keamanan akan kondusif.

“Tentu ini sangat rasional. Mengapa Majalengka (Kertajati, red) mendapat nilai tertinggi dari uji kelayakan di antara opsi lain. Karena adanya faktor daya dukung yang lebih lengkap,” tambahnya. (ono)

Berita Terkait