Lukai Tangan dan Leher Pakai Gunting, Pemuda Gambirlaya Bunuh Diri di Kamar Mandi

Subeno Sair ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya di Kampung Gambirlaya Utara RT 03 RW 05. FOTO: IST/RADAR CIREBON
Subeno Sair ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya di Kampung Gambirlaya Utara RT 03 RW 05.FOTO: IST/RADAR CIREBON

CIREBON-Warga Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon dikejutkan dengan tewasnya seorang pemuda bernama Sandri Subeno Sair pada Senin (12/8). Pria berusia 26 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya di Kampung Gambirlaya Utara RT 03 RW 05.

Tosin, paman korban menuturkan, jasad Sandri pertama kali ditemukan oleh Supardi, yang juga paman korban sekitar pukul 01.00 WIB. Ia terkejut saat melihat tubuh Sandri tergeletak di lantai kamar mandi dengan kondisi berlumuran darah. “Pas dia (Supardi, red) masuk ke kamar mandi itu Sandri sudah meninggal posisi telentang,” ujarnya.

Mendengar teriakan Supardi, sejumlah warga kemudian tiba ke lokasi kejadian. Mereka terkejut mendengar peristiwa mengenaskan itu di tengah malam. Tosin sendiri tidak menyangka keponakanan yang pendiam tersebut meninggal dalam keadaan mengenaskan. Terlebih, beberapa saat sebelum kejadian, dirinya masih melihat Sandri pulang ke rumahnya sekitar pukul 21.30 WIB.

Tosin yang tengah berbincang dengan Mas’ud, paman korban yang lain. Melihat korban datang dengan seorang temannya menggunakan sepeda motor masing-masing. Namun, korban tidak sempat masuk dan hanya memarkirkan kendaraan di depan rumah. “Tapi dia tidak masuk, setelah motor diparkir terus berangkat lagi,” tutur Tosin.

Tosin sendiri tidak mengetahui kapan korban pulang. Ia yang pulang sekitar pukul 23.00 WIB baru mengetahui jika pemuda pendiam itu tewas  dua jam kemudian. Ia dibangunkan sang anak dan diberitahu jika Sandri tewas. “Sandri meninggal, kata anak saya terus saya ke sini,” kata Tosin.

Mengenai motif korban bunuh diri, Tosin mengaku selama ini, ia melihat korban dalam keadaan baik-baik saja. Korban yang merupakan anak tunggal itu juga tidak pernah mengeluhkan masalah yang dialaminya. Bahkan kepada orang tuanya Salamah dan Sair. “Memang dia pendiam, jadi kita tidak tahu dia punya masalah apa-apa. Setiap hari juga kerja biasa, dia kan kondektur di pabrik saus di Kalijaga,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deny Sunjaya mengaku masih menyelidiki penyebab kematian korban. Namun, dugaan sementara korban tewas murni karena bunuh diri. Korban tewas karena sejumlah luka di lengan tangan dan leher. “Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi dan keluarga, korban tewas murni karena bunuh diri,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, di rumah tersebut korban tinggal bersama keluarga besarnya. Di rumah bercat putih itu, ia tinggal dengan tak kurang dari 8 kepala keluarga. Selain itu, berdasarkan keterangan saksi, tidak ada orang asing yang masuk ke rumah korban. “Di dalam rumah juga ada beberapa anjing, jadi kalau ada orang asing masuk pasti menggonggong. Dan para saksi juga tidak mendengar adanya keributan sebelum kejadian,” tutur Deny.

Deny menjelaskan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa gunting berukuran sedang yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya. Gunting tersebut diakui pihak keluarga merupakan gunting yang sudah ada di dalam rumah dan digunakan oleh anggota keluarga utuk berbagai keperluan.

“Dan ada keterangan keponakan korban, bahwa korban pernah menitipkan pesan, katanya dia mau pergi jauh, katanya dia mau nitip HP, tapi keponakannya ini tidak tahu kalau pergi jauh itu bunuh diri,” pungkasnya. (day)

Berita Terkait