Longsor Karena Tanggul Berusia Tua, Ada 128 Titik Tanggul Kritis di Kabupaten Cirebon

KRITIS: Salah satu tanggul kritis di Desa Tawangsari diperbaiki sementara menggunakan karung yang diisi dengan tanah. Warga meminta perbaikan permanen atas tanggul kritis yang ada di wilayah tersebut.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON– BBWS CC terus memvalidasi jumlah tanggul kritis sejumlah sungai yang ada di wilayah kerjanya. Sampai saat ini, berdasarkan data terbaru, ada 128 titik tanggul kritis yang ada di Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut disampaikan Kepala BBWS CC, Happy Mulya saat dihubungi Radar Cirebon, kemarin (13/1). Menurutnya, saat ini jumlah titik tanggul kritis tersebut merupakan jumlah titik hasil validasi walkthrough 2019 yang ketepatannya bisa dipertanggungjawabkan.

“Jumlah terakhir sekitar 128 titik. Itu data terbaru untuk jumlah tanggul kritis di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Pihaknya terus berupaya melakukan langkah-langkah penanganan terhadap tanggul-tanggul kritis yang ada di sungai-sungai yang masuk dalam wilayah kerja BBWS CC. “Penanganan kita lakukan secara bertahap tentunya,” imbuh dia.

Dijelaskan Happy, beberapa faktor penyebab kritisnya tanggul antara lain karena umur tanggul yang sudah tua. Sehingga terjadi longsoran atau bocoran tanggul yang mempengaruhi kondisi sepanjang tanggul.

Sementara itu, warga Desa Tawangsari mendesak agar BBWS CC segera merealisasi perbaikan tanggul secara permanen di Sungai Cisanggarung. Hal tersebut dirasa penting dan harus jadi prioritas, karena titik tersebut rawan jebol dan hanya menyisakan tanggul sekitar satu meter lagi.

“Yang di Tawangsari kalau tidak diperbaiki kami khawatir jebol. Jaraknya tinggal semeteran lagi. Kalau jebol bisa bahaya. Bakal banyak kerugian. Tidak hanya areal permukiman, pertanian pun terancam,” ujar Kuwu Desa Tawangsari, Saerofik. (dri)

 

Berita Terkait