Lengkapi Berkas Suap, KPK Klarifikasi Herry Jung dan Sutikno

Mantan GM PT Hyundai Engineering Construction, Herry Jung, tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan, Kamis (5/12). Ia menjadi tersangka suap mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisatra senilai Rp6,04 miliar.FOTO:IST

CIREBON-Herry Jung dan Sutikno benar-benar tak bisa tenang. Lagi-lagi, mereka harus digarap KPK. Kemarin, keduanya dipanggil ke gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Keduanya diperiksa sebagai tersangka. Herry Jung tersangka karena menyuap mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra sebesar Rp6,04 miliar, sementara Sutikno menyuap Rp4 miliar.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Herry Jung dan Sutikno dihadirkan untuk klarifikasi permintaan uang oleh Sunjaya. “Didalami mulai dari dugaan permintaan yang dari SUN (Sunjaya, red) terkait perizinan,” kata Febri kepada awak media di gedung KPK, di sela pemanggilan Herry Jung dan Sutikno.

Klarifikasi ini dianggap penting karena Sunjaya disebut-sebut meminta uang dalam jumlah yang banyak. Dalam fakta yang terungkap sebelumnya, Sunjaya sebenarnya meminta Rp10 miliar kepada Herry Jung. Meski para pihak ini sudah sepakat, tapi dalam perjalanannya Herry Jung baru menyerahkan uang Rp6,04 miliar. Aliran uang itu sendiri melalui Camat Beber Rita Susana dan beberapa pihak lainnya. “Itulah yang didalami hari ini (kemarin, red),” tandas Febri.

Dalam perjalanan kasus ini, KPK akhirnya menetapkan Herry Jung dan Sutikno menjadi tersangka. Herry Jung diketahui merupakan mantan GM PT Hyundai Enginering Construction sementara Sutikno merupakan Direktur Utama PT Kings Property.

Pengembangan kasus ini merupakan hasil dari OTT KPK pada 4 Oktober 2018 silam. Sunjaya yang semula dijerat pidana suap mutasi jabatan, kini kembali menjadi tersangka dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan total sekitar Rp51 miliar.

Sebelumnya, KPK juga masih memeriksa pihak-pihak terkait, dipusatkan di Mapolres Cirebon Kota di Jl Veteran, Kota Cirebon. Mereka yang kembali diperiksa itu mulai dari ASN atau pejabat di lingkup Pemkab Cirebon, anggota dan mantan anggota DPRD Kabupaten Cierbon, serta pihak swasta.

Pekan lalu, beberapa anggota dan mantan anggota DPRD yang diperiksa sempat memberikan pernyataan. Seperti Tanung. Pria yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Cirebon itu mengaku mendapatkan berbagai macam pertanyaan dari penyidik KPK.

“Penyidik tanya kenal sama Sunjaya, ya saya katakan kenal karena dia bupati. Terus tanya juga kenal sama Herry Jung (eks GM Hyundai Engineering Construction, red) dan Sutikno (Dirut PT Kings Property, red). Untuk dua nama itu, saya tidak kenal,” kata Tanung kepada Radar Cirebon.

Tanung mengatakan dirinya juga ditanyakan tentang Raperda RTRW. “Tanya mengapa Perda RTRW belum disahkan tetapi sudah dilakukan pembangunan. Harusnya kan Perda RTRW disahkan dulu baru diurus perijinan, lalu dibangun. Kalau menurut saya ini akan lari kepada perijinan dan suap ke Sunjaya (suap dari Herry Jung, red),” tuturnya.

Senada dikatakan mantan anggota DPRD Suherman. Ia mengaku mendapat pertanyaan terkait dua tersangka baru, yakni Herry Jung dan Sutikno. “Ditanya kenal tidak dengan Herry Jung dan Sutikno. Jelas saya nggak kenal dengan mereka berdua,” tandas Suherman.

Sementara seorang saksi yang enggan disebutkan namanya mengatakan KPK fokus pemeriksaan untuk dua tersangka baru, Herry Jung dan Sutikno. “Jadi ini kan suap, Perda RTRW jadi pelengkap. Intinya kenapa Perda RTRW belum disahkan namun perijinan sudah turun. Itu yang ditanyakan karena berkaitan dengan dua tersangka baru itu. Kan mereka (Herry Jung dan Sutikno, red) yang nyuap Sunjaya,” ungkapnya. (fin/din)

Berita Terkait