Lelang Terbuka, KPK Buka Lowongan untuk 7 Jabatan Ini

Ilustrasi. (dok jawa pos)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengadakan lelang terbuka untuk posisi tujuh jabatan definitif struktural yang saat ini belum terisi. Lembaga antirasuah itu juga mencari pengganti Febri Diansyah sebagai juru bicara. Ini menghindari tumpang-tindih jabatan.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, KPK selalu melakukan lelang terbuka dan jabatan itu diumumkan. Dan KPK akan memanggil siapa pun yang memenuhi syarat. ”Ya nanti ada lelang terbuka, KPK jelas mencari sosok yang terbaik untuk posisi-posisi yang dibutuhkan,” terang Ghufron.

Nah, jabatan-jabatan definitif yang masih kosong itu yakni Kepala Biro Hukum, Direktur Penyelidikan, Deputi Penindakan, Direktur Pengaduan Masyarakat, Direktur PINDA (Pengolahan Informasi dan Data), Deputi INDA (Informasi dan Data), dan juru bicara.

”Dengan lelang terbuka terhadap enam jabatan definitif dan juru bicara tersebut membuktikan bahwa KPK tidak pro ataupun anti terhadap orang-orang tertentu untuk menduduki posisi-posisi struktural,” jelasnya.

Untuk proses lelang terbuka itu akan dilakukan dalam waktu dekat agar jabatan-jabatan definitif bisa segera terisi. ”Ya secepatnya ya. Agar kemudian cepat diisi, kami harapkan tidak lebih dari pertengahan Januari 2020 kita sampaikan secara terbuka,” ujar pria yang sebelumnya berprofesi sebagai dosen tersebut.

Ditambahkan Ghufron pegawai KPK yang berstatus ASN bisa mengikuti lelang terbuka tersebut. Namun, kesempatan ini juga diberikan kepada para ASN dari instansi lain. Hal ini untuk mendapatkan personel yang memiliki kapabilitas yang baik.

Terkait dengan posisi Febri Diansyah, Gufron menegaskan, pimpinan meminta dirinya untuk memilih jabatan yang diemban ke depan. ”Selama ini kan rangkap. Ya ke depan bisa memilih. Apakah sebagai kepala biro humas atau juru bicara KPK. Kalau Mas Febri mau memilih menjadi jubir atau kabiro ya tinggal salah satu jabatannya dilepas,” terangnya.

Ghufron menegaskan bahwa rencana untuk mencari juru bicara baru murni untuk mengisi jabatan struktural KPK yang masih kosong. Sekaligus menghilangkan posisi-posisi rangkap jabatan yang ada di lembaga antirasuah itu.

“Ya, ke depan kami akan mengisi, supaya formasinya lengkap, tidak kemudian rangkap-rangkap,” kata dia. (riz/fin)

Berita Terkait