Latih Nelayan Pahami Aspek K3 di Laut

Nelayan mengikuti penjelasan perangkat keselamatan saat berada di laut.

CIREBON – Sebanyak 20 nelayan dari lima desa di sekitar pembangkit listrik Cirebon Power, mengikuti pelatihan keselamatan saat melaut, bertempat di Vokasi Ketenagalistrikan Cirebon Power, Rabu (2/10). 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Aspirasi Nelayan (FAN) Mundu dan Cirebon Power ini, mendatangkan narasumber dari Ditpolairud Polda Jabar.

Instruktur dari Polairud Polda Jabar mempraktekan penggunaan life jacket. Foto: Cirebon Power/Radar Cirebon

Sartoni, ketua FAN Mundu mengatakan, dilaksanakannya pelatihan ini, dikarenakan seringnya terjadi kecelakaan yang dialami nelayan saat melaut.

Sehingga, dengan adanya pelatihan ini, nelayan  bisa lebih terbiasa dalam menggunakan alat keselamatan dan mengerti terkait langkah-langkah yang harus dilakukan, ketika terkena musibah.

Direktur Corporate Affairs Cirebon Power, Teguh Haryono membuka pelatihan safety boat service di Gedung Vokasi Cirebon Power.

“Semoga saja, pelatihan ini membuat kesadaran nelayan akan keselamatan diri, menjadi meningkat,” ujar Sartoni.

Direktur Corporate Affairs Cirebon Power, Teguh Haryono mengatakan, pelatihan keselamatan untuk para nelayan, cukup penting dilakukan. Menurutnya, pekerjaan nelayan cukup riskan dalam hal keselamatan.

“Selain harus berpindah-pindah, juga harus berhadapan dengan alam,” ujar Teguh.

Teguh menuturkan, latihan keselamatan untuk nelayan ini, baru kali ini dilaksanakan. Ia juga berencana untuk bisa melaksanakan kegiatan serupa, untuk nelayan lainnya yang belum bergabung pada pelatihan ini.

“Kalau sekarang baru lima desa, mungkin nanti desa lainnya,” ujar Teguh.

Selain memberikan pelatihan keselamatan, Cirebon Power juga memberikan bantuan alat keselamatan untuk nelayan, yang diberikan secara simbolis saat pembukaan acara.

Kasna (40) nelayan adal Desa Bandengan Kecamatan Mundu, mengaku senang bisa dilibatkan dalam pelatihan ini. Ia mengaku belum pernah mendapatkan pelatihan keselamatan sebelumnya.

“Belum pernah dilatih sama sekali,” ujar Kasna.

Ia berharap, dengan didatangkannya orang yang di bidangnya pada pelatihan ini, para nelayan bisa mendapatkan ilmu tambahan, tentang keselamatan.

“Kalau biasanya, cara penyelamatannya sebisanya aja,” ujar Kasna.

Hal serupa juga disampaikan oleh Solihin, nelayan asal Desa Mundu ini, berharap pelatihan semacam ini, rutin dilakukan. Ia juga mengaku tidak terbiasa menggunakan dan membawa alat keselamatan saat berlayar. Namun dengan mengikuti pelatihan ini, ia berharap lebih faham lagi fungsi dan cara menggunakan alat keselamatan tersebut.

“Kalau bisa lebih sering. Biar nelayan faham,” ujar Solihin. (yud/rls)

Berita Terkait