Lapas Gintung-Ciamis Kendalikan Narkoba, Polisi Bongkar Jaringan Jakarta

Tangkap Enam Pengedar Sabu

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy menunjukkan barang bukti berikut para tersangka hasil operasi pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang (Antik) tahun 2019.FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON-Satuan Reserse Narkoba Polres Cirebon Kota berhasil meringkus sebanyak enam pengedar narkoba jenis sabu. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa puluhan paket sabu dengan berat total 374 gram atau hampir 4 ons.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengungkapkan, para tersangka ditangkap dalam operasi pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang (Antik) tahun 2019. Di mana, empat tersangka merupakan satu jaringan sedangkan dua lainnya kasus yang berbeda. “Total pelaku yang kita amankan 6 orang dengan barang bukti total 3,74 ons,” ujar Roland di Mapolres Cirebon Kota Jalan Veteran, Rabu (27/11).

 

Roland menjelaskan, pengungkapan kasus narkotika dengan barang bukti cukup banyak tersebut berawal ketika petugas menangkap pelaku R yang bertugas sebagai kurir. R ditangkap saat hendak menempelkan barang haram tersebut pada Selasa (12/11) di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon.

Dari mulut RR, polisi mendapatkan keterangan jika barang tersebut akan diserahkan kepada tersangka PH dan YS, jaringan di atasnya. PH dan YS sendiri diketahui merupakan pasangan suami istri yang menempati salah satu rumah kos di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. “Dari situ tim kemudian bergerak ke rumah kost tersangka PH dan YS,” terangnya.

Di lokasi kedua ini, polisi tidak hanya menemukan pasangan suami istri tersebut, namun juga sejumlah barang bukti terkait bisnis haram keduanya. Dari dalam rumah pelaku, petugas menemukan sebanyak 50 gram sabu. Selain itu, polisi juga menemukan barang bukti lain alat hisap atau bong, aluminum foil, plastik dan korek.

Tim kemudian kembali mengembangkan kasus hingga mengetahui jika peredaran sabu tersebut dikendalikan dari dalam Lapas Ciamis. Seorang narapidana berinisial T menjadi otak di balik peredaran barang haram tersebut. “Kita akhirnya mengembangkan ke keluarga T,” tutur Roland.

Petugas pun akhirnya menuju rumah AL yang merupakan kakak kandung T di Palimanan Kabupaten Cirebon. Dari rumah AL, polisi kembali menemukan barang bukti berupa 200,5 gram sabu. Diduga AL merupakan tempat penampungan barang haram tersebut sebelum diedarkan kepada para pemakai narkotika. “Setelah mendapat barang, AL ini membuat paket kecil-kecil dan mengedarkan melalui RR sebagai kurir,” jelasnya.

Adapun dua tersangka lain yakni SR (24) warga Panjunan Kota Cirebon diamankan di rumah kosnya di kawasan Kesambi. Ia ditangkap saat membuat paket kecil sabu dengan berat total 48,6 gram. SR merupakan pengedar jaringan Lapas Gintung. Sedangkan pelaku terakhir yakni S merupakan warga Tengahtani yang ditangkap dengan barang bukti seberat 0,23 gram.

“Mereka kita jerat dengan pasal 114 juncto pasal 112 Undang-undang 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun sampai seumur hidup,” tegas Roland. (day)

Berita Terkait