Lampor Sajikan Teror Setan Keranda Terbang

Lampor-Keranda-Terbang
Para aktor Lampor Keranda Terbang hadir dalam Premiere Film di Bioskop CSB Mall, Sabtu (19/10) sore. Film Lampor Keranda Terbang yang diproduksi Starvision ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 31 Oktober mendatang. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon

CIREBON — Bioskop CSB Mall dipenuhi pengunjung, Sabtu (19/10) sore. Mereka dibuat menjerit menyaksikan Premiere Film Lampor Keranda Terbang. Film yang diproduksi Starvision ini, akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 31 Oktober mendatang.

Cirebon menjadi kota pertama yang dipilih untuk memperkenalkan film tersebut kepada masyarakat. Hadir dalam Press Conference di Kafe Lawang Abang Kota Cirebon, pemeran utama film yang memilih lokasi syuting di Temanggung itu. Mereka adalah Adinia Wirasti yang berperan sebagai Netta, Dion Wiyoko sebagai Edwin, dan Dian Sidik yang berperan sebagai Bimo.

Lampor Keranda Terbang menyuguhkan teror mencekam, intrik, dan perjuangan satu keluarga untuk melawan segala gangguan yang datang ketika malam hari. Lampor datang berupa sebuah sosok dengan keranda terbang yang selalu mengikuti. Datangnya lampor membuat siapapun takut dan menghindar. Jika tidak, nyawa taruhannya.

Adinia Wirasti mengaku, membuat film horor lebih rumit dibanding film genre lainnya. Ia yang baru pertama akting di genre tersebut, harus lebih sabar. “Karena suatu adegan membutuhkan waktu lama, yang hanya untuk tayang beberapa menit. Contoh, adegan kursi geser itu membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam. Sebagai pemeran harus lebih sabar,” pungkasnya.

Sementara itu, Dion Wiyoko mengaku memutuskan untuk memilih berperan di film tersebut, karena sinopsis film dirasanya menarik. Bagi Dion, menjadi suatu kehormatan tersendiri bisa bergabung di film tersebut.

“Saya baca dan akhirnya saya tertarik, makannya saya gabung. Kemudian pemain yang terlibat, juga memutuskan saya untuk gabung. Karena case atau pemainnya keren-keren,” paparnya.

Hal yang sama dirasakan Dian Sidik. Ia baru pertama kali mamainkan peran di film horor. Dian juga tertarik dengan alur cerita film tersebut, sehingga memutuskannya untuk bergabung.

Selama menjalani syuting, Dian, Dion dan Adinia mengaku tidak menemukan sesuatu keanehan atau hal mistik seperti yang diceritakan film tersebut. “Aman-aman aja,” singkat Dian.

Film tersebut menceritakan Edwin dan Netta bersama dua anak mereka yaitu Adam yang diperankan Bimasena dan Sekar yang diperankan Angelia Livie yang kembali ke kampung Netta di Temanggung. Netta disambut curiga dan dianggap sebagai pembawa musibah karena kampungnya sedang dilanda teror lampor, setan pencabut nyawa pembawa keranda terbang.

Edwin berusaha membela istrinya, tetapi skandal busuk dan kejadian mengerikan muncul menghantui. Edwin mulai curiga ada rahasia besar menyangkut Netta yang tidak pernah diketahuinya. Apalagi ketika nyawa anak-anak mereka menjadi sasaran Lampor. (ade)

Berita Terkait