Lagi, Rampok Berpistol Satroni Minimarket, Gasak Rp 38 Juta

Todong dan Pukul Karyawan Toko

Minimarket Alfamart di Jalan Urip Suharjo, depan RSUD Arjawinangun dirampok. Inset: aski pelaku terekam CCTV yang dipasang di dalam toko.FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Wilayah Cirebon masih belum aman. Buktinya, aksi perampokan minimarket dari hari ke hari kian menjadi-jadi. Kali ini yang menjadi sasaran adalah salah satu minimarket di Jalan Urip Suharjo. Tepatnya, di  depan RSUD Arjawinangun, Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Uang puluhan juta rupiah yang disimpan di dalam brankas disikat habis kawanan penjahat.

Informasi yang dihimpun Radar Cirebon, perampokan terjadi pada Jumat pagi (18/10) lalu sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, Alfamart yang buka 24 jam dijaga oleh Muhamad Golib dan Bahrul Ulum. Azan subuh berkumandang, Bahrul Ulum kemudian ke luar menuju masjid yang berlokasi di RSUD Arjawinangun. Sedangkan Muhamad Golib giliran menjaga minimarket.

“Saat kejadian, Bahrul Ulum sedang salat, Golib sendirian jaga toko. Suasana sepi. Pelaku berbadan agak kurus datang pura-pura beli rokok dan minuman,” kata Sinta karyawan minimarket saat ditemui Radar Cirebon di lokasi kejadian, Selasa (22/10).

Pelaku sempat bertanya pada Golib. “Teman satunya mana, Mas,” ujar Sinta menirukan.

Golib lalu menjawab dengan sejujurnya. Setelah itu, pelaku berlalu meninggalkan tempat kasir untuk mengambil minum. Saat itu, satu pelaku lainnya yang berbadan agak gemuk muncul dan langsung menodongkan pistol ke Golib.

Dengan paksa, pelaku meminta kunci brankas, dan meminta Golib membukakan brankas tersebut. Terpaksa, demi keselamatan, Golib membuka brankas minimarket. Pelaku langsung menguras isinya yang ditaksir puluhan juta rupiah. “Pelaku hanya mengambil uang di dalam brankas saja. Aksinya terekam CCTV yang ada di setiap sudut. Tapi, mukanya gak jelas karena pakai topi,” tutur Sinta.

Setelah kejadian tersebut, pihak dari minimarket bergegas ke Mapolsek Arjawinangun untuk melaporkan kejadian tersebut. “Sudah laporan ke polisi. Polisi juga sudah ke sini untuk olah TKP dan mengamankan rekaman CCTV serta jejak jari pelaku,” terangnya.

Di tempat yang sama, karyawan minimarket lainnya bernama Rina Gunawan juga mengatakan hal yang sama. Kejadian  ini merupakan yang pertama kalinya di tempatnya bekerja. Pelaku yang menggunakan senjata api (senpi) sempat memukul kepala Golib. Akibat dari pukulan itu, kepala Golib memar.

“Di sini pertama kali. Tapi, kejadian kemalingan di minimarket berarti berurutan setiap bulannya. Sebelumnya minimarket di Budur, kemudian Gempol, Mundu dan sekarang di sini. Akibat dari kejadian itu, uang di dalam berankas sekitar Rp38 juta dibawa kabur oleh pelaku,” bebernya.

Dari hasil rekaman CCTV, Rina melihat  pelaku melakukan aksinya secara berkelompok menggunakan mobil. Dua orang pelaku sebagai eksekutor yang masuk ke dalam toko dan mengambil uang dari brankas. Sedangkan yang lainnya, ada di dalam mobil untuk memantau situasi di luar. “Pakai mobil, bisa jadi lebih dari dua orang. Sehari sebelum kejadian, ada juga handphone pengunjung yang sedang nongkrong di depan hilang,” pungkasnya. (cep)

Berita Terkait