Lagi, Jambret Beraksi di Jalur Pantura Patrol

ilustrasi-jambret
Ilustrasi Penjambretan

PATROL –  Aksi kejahatan dengan modus penjambretan terjadi lagi di Jalur Pantura Patrol hingga Sukra. Kali ini, jambret berhasil menggasak barang berharga milik Anggun (17) dan Tanisah (40), warga Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol.

Anggun menjadi korban penjambretan saat mengendarai sepeda motor bersama ibunya, Tanisah. Beruntung korban dan ibunya tidak terjatuh dari kendaraannya, saat pelaku mengambil tas dompetnya yang ditaruh di bawah dashboard motornya.

Aksi penjambretan itu terjadi di jalan pantura Patrol, tepatnya depan perumahan BTN Desa Bugel, Selasa (3/12) sore. Saat itu korban yang membonceng ibunya hendak pulang kerumahnya sehabis dari Desa Patrol. Saat melintas didepan perumahan BTN, korban tiba tiba dipepet pelaku yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU 150 warna hitam.

Pelaku dengan gerak cepat mengambil tas dompet korban yang ditaruh di bawah dash board motor. Melihat pelaku mengambil tasnya, membuat korban kaget. Korban sempat berusaha mencegah aksi pelaku, namun tidak bisa. Beruntung korban mampu mengendalikan sepeda motornya, sehingga tidak terjatuh.

” Pelakunya sendirian menggunakan motor Suzuki Satria FU warna hitam, mengenakan jaket hitam dan pakai helm. Tiba tiba memepet motor saya, kemudian mengambil tas dompet itu,” tutur Anggun, kepada Radar Indramayu.

Setelah berhasil merampas tas dompet korban yang didalamnya terdapat uang tunai Rp 500 ribu dan kartu ATM serta surat surat berharga, pelaku langsung kabur ke arah timur. Korban sempat mengejar pelaku sembari berteriak jambret.

Teriakan korban sontak mengundang perhatian warga dan pengendara yang melintas. Diantara warga sempat ikut mengejar pelaku, namun tidak berhasil. Sayangnya, kejadian itu oleh korban maupun pihak keluargamu tidak dilaporkan ke Polisi.

Mashadi (46) Ayah korban, mengatakan, kejadian penjambretan yang menimpa anaknya itu dipasrahkan ke Tuhan saja. Pihaknya mengaku bahwa itu musibah. Dirinya juga masih bersyukur anak dan istrinya tidak jatuh dari motor saat terjadi aksi penjambretan.

Jalur pantura antara Patrol hingga Sukra, rawan dari aksi penjambretan. Terutama antara bundaran jeruk Desa Sumuradem Timur hingga Desa Bugel. Korbannya rata rata perempuan. Pelaku melakukan aksinya di saat situasi jalan raya sedang lengang atau beroperasi saat jam berangkat dan pulang kerja.

Sampai saat ini, belum ada pelaku penjambretan yang ditangkap Polisi. Aksi kejahatan itu hingga kini masih terus terjadi. Dengan kondisi tersebut, diantara dari korban penjambretan akhirnya enggan melaporkannya ke Polisi. (kom)

Berita Terkait