Kronologi Keracunan di Pemalang hingga Ditetapkan Jadi KLB

keracunan-di-pemalang
Korban keracunan mendapat penanganan pertama di Balai Desa Karangsari, Jumat (6/12). Foto: Radar Tegal

PEMALANG – Sedikitnya 195 warga menjadi korban keracunan di Pemalang. Mereka berdatangan dalam waktu berbeda-beda, setelah mengeluh pusing, sakit perut dan mual. Kronologi keracunan masal ini, diduga diawal dari nasi berkat dari hajatan di Dusun Pesuruan, Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari.

Dari informasi yang dihimpun, dapat disimpulkan kronologi kejadian, sebagai berikut:

Rabu (4/12)

  • Di Dusun Pesuruan dilaksanakan resepsi pernikahan oleh salah seorang warga. Lazimnya hajat, warga mendapatkan makanan. Termasuk berkat yang biasanya diberikan sebagai buah tangan untuk tamu undangan.
  • Menu nasi berkat tersebut adalah ikan asin, mi, ayam, telur serta hidangan lain.

Kamis (5/12)

  • Sejumlah warga mengeluhkan mengalami mual, sakit perut hingga pusing. Bidan desa awalnya menerima pasien delapan orang dengan keluhan yang sama.
  • Jumlah pasien semakin banyak, bidan desa menghubungi puskesmas untuk membantu melakukan penanganan secara medis.

Jumat (6/12)

  • Pemerintah Desa Karangsari menjadikan balai desa sebagai posko penanganan pertama untuk warga yang mengalami keracunan. Tercatat hingga Jumat (6/12) siang, jumlah warga yang ditangani mencapai 189 orang.
  • Menjelang petang mencapai 195 orang.
  • Pemerintah Kabupaten Pemalang menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas peristiwa keracunan masal ini.

Camat Pulosari, Ahmadi mengatakan,  korban merasakan keluhan pusing, mual dan muntah-muntah usai menyantap makanan di acara hajatan warga pada Rabu (4/12) pagi.

Salah satu orang tua korban keracunan, Sukirman mengungkapkan, anaknya mengeluh sakit perut setelah makan ayam dari nasi berkat. Adapun keluhan dirasakan Kamis pagi (5/12). “Anak saya pulang sekolah makan nasi berkat. Tadi pagi katanya sakit perut,” kata Sukirman.

Nyeri perut yang dirasakan, kata Sukirman, sampai membuat anaknya menangis. Oleh sebab itu, keluarga membawa ke Balai Desa Karangsari yang dijadikan posko penanganan pertama oleh tim medis.

Kepala Desa Karangsari, Dasuki mengatakan, penanganan pertama memang dilakukan di Balai Desa Karangsari oleh tim medis yang telah disiagakan. Untuk korban keracunan yang sifatnya berat, mereka akan dibawa ke rumah sakit atau penanganan kesehatan lebih lanjut. “Korban keracunan yang rawat inap ada 25 orang,” ujar Dasuki.

Dari data sementara, korban keracunan terbanyak berasal dari Dusun Pesuruan. Sebab, hajatan memang dilaksanakan di dusun tersebut. Selain warga yang menerima berkat, tuan rumah hajat juga mengalami keracunan serupa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Solahudin mengungkapkan, sampel nasi berkat dari hajatan warga telah dibawa untuk diperiksa di Semarang. Mengingat fasilitas pemeriksaan seperti itu, tidak tersedia di Pemalang. Diharapkan dari pemeriksaan di laboratorium diketahui penyebab keracunan masal tersebut. (yud/sul/ima)

Berita Terkait