Kritis, Sisa Tanggul Semeter Lagi, Jebol Ancam Ratusan Hektar Pertanian dan Perumahan Warga

TANGGUL KRITIS: Sejumlah warga dan unsur perangkat desa dibantu pihak terkait melakukan upaya penanganan darurat tanggul kritis Sungai Cisanggarung. Pihak terkait diminta melakukan penanganan permanen terkait kondisi tanggul di lokasi setempat.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON– Warga Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, meminta pihak terkait segera melakukan penanganan permanen atas sejumlah tanggul kritis yang ada di Sungai Cisanggarung. Langkah itu, untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi karena jebolnya tanggul Cisanggarung akibat naiknya debit sungai.

Salah seorang warga, Supendi kepada Radar Cirebon menuturkan, salah satu tanggul kritis ada di Blok Tegur Desa Tawangsari. Kondisinya, membuat warga khawatir. Karena berdasarkan pengalaman, debit Sungai Cisanggarung bisa sangat besar dan berakibat fatal, jika tanggul tersebut jebol.

“Jangan tunggu tanggulnya jebol dulu, baru diperbaiki. Sekarang kondisinya sudah kritis. Warga swadaya melakukan perbaikan tanggul dibantu berbagai pihak. Tapi ini sifatnya hanya sementara, warga inginnya perbaikan secara permanen,” ujarnya.

Tidak hanya perumahan warga, jika tanggul tersebut jebol, maka ratusan hektar lahan pertanian juga kondisinya terancam. Kerugian yang akan disebabkan oleh jebolnya tanggul tersebut, akan lebih besar ketimbang biaya perbaikan tanggul secara permanen.

“Kami meminta agar perbaikan dipermanenkan. Jangan hanya perbaikan darurat, karena saya rasa terlalu berisiko. Apalagi, debit Cisanggarung bisa sangat besar dan kondisi ini sangat mengancam kehidupan warga Desa Tawangsari,” imbuhnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Tawangsari, Saerofik kepada Radar Cirebon menjelaskan, sampai saat ini pihaknya sudah mendata ada dua titik tanggul kritis di Desa Tawangsari. Satu titik berada di Bloktegur, dan satu lagi berada di Dusun 02.

“Kalau yang parah ada di Dusun 2. Ini karena badan tanggul tinggal tersisa satu meter lagi. Upaya yang kita lakukan saat ini, kita sudah melakukan langkah penanganan darurat dengan bantuan masyarakat, pihak terkait seperti BPBD dan pihak-pihak lainnya,” jelasnya.

Namun menurut Saerofik, pihaknya menginginkan ada perbaikan permanen untuk meminimalisasi potensi tanggul jebol yang bisa kapan saja terjadi, begitu debit air Cisanggarung naik drastis.

“Tanggul kritis ini butuh perbaikan permanen. Cuma memang sampai sekarang belum terealisasi. Kami dari unsur pemerintah desa dan masyarakat Desa Tawangsari mendesak agar perbaikan permanen bisa segera dilaksanakan,” ungkapnya. (dri)

 

Berita Terkait