Krisis Air Bersih Meluas, Bupati Imron Terjun Langsung Layani Masyarakat

Krisis-Air-Bersih
PEDULI: Bupati Cirebon Imron Rosyadi memberikan langsung air bersih kepada masyarakat di Desa Sampiran Kecamatan Talun, kemarin. Foto: Deny Hamdani/Radar Cirebon

CIREBON – Kekeringan di musim kemarau tahun 2019 ini diyakini sebagai yang terparah sejak beberapa tahun terakhir. Pasalnya, akibat kemarau krisis air bersih di Kabupaten Cirebon semakin meluas.

Bahkan, jika dibandingkan dengan tahun 2018, bantuan air bersih di musim kemarau tahun 2019 ini bisa sampai dua kali lipat. Untuk mengatasi krisis akibat kekeringan, Bupati Cirebon Imron turun langsung mendiskusikan air bersih di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Sabtu (12/10).

Imron mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui PDAM dan BPBD sudah menyuplai air bersih kepada warga sekitar 700 tangki lebih. “Kita sudah membagikan 700 tangki lebih,” ujarnya di sela-sela pembagian air bersih.

Diungkapkan Imron, pemberian air bersih ini merupakan kerja sama semua pihak di jajaran Pemkab Cirebon. “Alhamdulillah, kami dibantu oleh PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dari PDAM, Dinsos, bahkan dari PMI punya mobil sendiri,” katanya.

Imron juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa segera mengajukan permohonan kepada Pemkab Cirebon melalui desa dan camat.

Diakui Imron, kemarau tahun ini mengalami efek kekeringan yang cukup parah. “Di Desa Dawuan aja kekeringan. Makanya ketika ada info Dawuan kekeringan sayapun kaget karena dari dulu belum pernah kekeringan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Suharyadi mengatakan, hingga saat ini sudah menyalurkan sekitar 700 tangki air bersih kepada warga masyarakat. “Sampai hari ini (Sabtu), kita sudah menyalurkan sekitar 700 tangki lebih. Dan Pak Bupati menyalurkan langsung air bersih kepada warga Desa Sampiran. Selanjutnya kami akan mendistribusikan air ke berbagai desa lainnya yang sudah dijadwalkan dengan BPBD,” tuturnya.

Menurutnya,sudah PDAM sudah menyalurkan air bersih kepada 14 kecamatan di wilayah Kabupaten Cirebon. “Total sudah 14 kecamatan, 49 desa lebih, kami akan terus memberikan bantuan sampai masyarakat tidak membutuhkan lagi,” ujarnya.

Diakui Suharyadi, kekeringan pada musim kemarau tahun 2019 ini jauh lebih parah ketimbang kemarau pada tahun sebelumnya. “Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, tahun sekarang jauh lebih parah, karena tercatat 4 bulan lebih tanpa hujan, tahun kemarin itu hanya 400 tangki sampai musim hujan tiba, tahun ini sudah 700 tangki sedangkan musim hujan belum turun, jadi hampir dua kali lipat,” ungkapnya.

Terpisah, Kuwu Sampiran, Maman Suparman mengatakan, desanya sudah 4 bulan mengalami kekeringan. “Karena mata air sudah tidak ada, sedangkan masyarakat sangat butuh air, banyak lembaga lain yang memberikan bantun, dari lima dusun yang ada di Desa Sampiran yang parah kekeringan ada 4 dusun,” pungkasnya. (den)

Berita Terkait