KRI Teluk Cirebon Eks Kapal Perang Jerman Bersandar di Pelabuhan Cirebon

KRI Teluk Cirebon 543 bersandar di Dermaga Linggarjati Pelabuhan Cirebon, Senin (9/12).FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Prajurit TNI Angkatan Laut disiagakan. Mereka menjawab, setiap pengunjung yang bertanya seputar kapal buatan Peene Werft, Wolfgast, Jerman Timur pada tahun 1979 itu. Senin (9/12) puluhan pelajar dari AKMI Cirebon nampak sedang berkunjung. Melihat-lihat sistem persenjataan hingga perlengkapan penunjang lainnya.

KRI Teluk Cirebon 543 yang merupakan kapal perang eks Jerman ini sandar di Dermaga Linggarjati Pelabuhan Cirebon, Senin-Rabu (9-11/12). Siapapun dipersilahkan untuk masuk dan melihat-lihat secara gratis. Beberapa diantara pengunjung, tidak ingin kelewat momen. Mengabadikan sistem persenjataan, yang dalam keseharian mungkin jarang mereka temui.

Kapal dengan bobot 1.900 ton ini memiliki sejarah pada masanya. Masuk armada tahun 1995. KRI yang memiliki maksimal kecepatan 18 knot ini telah menyusuri peraian Indonesia. Beragam misi yang telah dilakukan, seperti evakuasi masyarakat dari erupsi gunung, dan lain sebagainya.

Kapten Laut (P) Sukarno Effendi Kadepops KRI TCN 543 mengatakan, puncak bela negara akan mengundang anak sekolah untuk menjelajah kapal yang mampu mengangkut 7 tank itu. Mereka akan diperkenalkan mengenai potensi maritim di laut Indonesia.

Effendi menegaskan, potensi maritim Indonesia sangatlah besar. Oleh karenanya, ia memiliki misi untuk memperkenalkan dan mengedukasi itu semua kepada pelajar yang akan hadir.

“Potensi maritim kita besar. Hasil laut kita juga melimpah. Itu semua jangan sampai diambil negara lain. Puncak bela Negara nanti, kita akan memberikan anak-anak sekolah pemahaman mengenai itu. Tujuannya agar mereka tau dan jiwa kebaharian mereka bisa muncul,” kata Effendi, kepada Radar.

KRI Teluk Cirebon 543 dibawah kendali Komando Armada I yang bermarkas di Jakarta. Sebelum bersandar di Pelabuhan Cirebon, KRI Teluk Cirebon dan seluruh prajuritnya, telah melakukan operasi pengamanan perbatasan (pantas). “Kita menindak segala bentuk pelanggaran di laut. Seperti penyelundupan ikan, dan lainnya. Umur kapal boleh semakin tua, tetapi kita selalu menanamkan nilai-nilai keprajuritan yang masih kuat,” tukasnya.

Selain asik berfoto, masyarakat dan pelajar yang berkunjung juga aktif bertanya. Mengenai sajarah kapal dan fungsi dari masing-masing komponen kapal tersebut. Kapal berjenis Frosch-I/Type 108 ini masih sama dengan bentuk aslinya ketika awal pembuatan. Namun beberapa alat persenjataan hingga cat dasar, telah dilakukan pemolesan ulang dalam rangka perawatan. (ade)

Berita Terkait