Kreasi Siswa Sataqu Majalengka Bikin Kagum Orang Tua

MAJALENGKA- Sejumlah hasil karya kreatif para siswa Sekolah Alam Tahfizul Quran (Sataqu) Majalengka di Desa Kulur, Kecamatan Majalengka ditampilkan pada acara Show Up Projet Sataqu, di halaman Kantor Sataqu, Jumat (29/11).

 

Tanpa canggung, para siswa mempresentasikan hasil karyanya di depan kepala sekolah, para guru, komentator dan para orang tua. Setelah itu karyanya mendapatkan komentar dari kepala sekolah dan Kang Vedi Sumantri yang merupakan seniman Majalengka.

Para pengunjung yang sebagian besar para orang tua terkagum-kagum melihat hasil karya para siswa. Untuk anak-anak, produk-produk kreatif yang dibuat layak mendapatkan apresiasi. Produk menarik yang ditampilkan diantaranya mobil amfibi, mobil berbahan soda, alat penjernih air, miniatur taman mini, lilin dari crayon bekas, kursi berbahan botol bekas, gerinda mini dan lainnya.

Sebagian siswa juga menampilkan hasil karya tulis yang mengagumkan seperti cerita panjang kaya Syamsa, kumpulan cerpen karya Hasna, dan cerbung story telling karya Rumaisya.

“Pertama kali saya datang ke sini melihat hasil karya anak-anak ini, menangis dan terharu. Untuk ukuran anak SD, menghasilkan karya seperti ini luar biasa,” ujar Aas, Wali Murid Syamsa, siswa kelas 5 Sataqu.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya digelar tahun ini. Ada follow up yang bekerlanjutan sehingga para siswa terus mendapat pembinaan.

Sementara itu tokoh seniman Majalengka, Kang Vedi mengatakan kegiatan Sataqu Project Show Up ini merupakan kegiatan yang menarik dan cenderung brilian.

“Sebab kegiatan ini menjadi proses penggalian dan menumbuhkembangkan minat dan bakat anak sejak dini,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, jika dikaitkan dengan pengembangan ekonomi kreativitas, kegiatan ini menjadi penting. “Ekosistem ekonomi kreatif adalah sebuah hasil dari proses-proses kreatif seperti ini, ” tegasnya.

Sementara Kepala Sataqu, Ica Ikhwanudin menyatakan kegiatan Sataqu Project Show Up ini bertujuan untuk menampilkan proyek-proyek yang telah dibuat para siswa Sataqu. Mengiat salah satu program Sataqu adalah mendorong setiap anak membuat proyek sesuai dengan passion mereka.

“Tujuannya agar anak-anak menemukan siapa dirinya. Sebab saat ini banyak anak yang sepertinya tidak tahu dirinya,” katanya.

Ia mencontohkan, salah satu survei menyebutkan 80 persen para mahasiswa salah jurusan. Untuk itu, Sataqu tidak mau hal seperti itu terjadi. (ara)

Berita Terkait