Kota Cirebon Jadi Tumpuan Arus Mudik, Bakal Ada Rekayasa Lalin

ilustrasi

CIREBON-Pihak kepolisian di Cirebon siaga menyambut arus mudik. Pemberlakuan one way atau satu arah di tol membuat wilayah Cirebon pasti kebagian kendaraan yang tak bisa masuk tol.

Polres Cirebon Kota misalnya, sudah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas jelang pelaksanaan arus mudik. Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengatakan beberapa ruas jalan seperti Jl Dr Wahidin-Jl Dr Cipto MK, dan Jl Tuparev diperkirakan akan terjadi penumpukan kendaraan. “Di jalan-jalan itu akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Kita coba menutup beberapa persimpangan,” ujar Roland, beberapa waktu lalu.

Roland menuturkan, penerapan one way di jalan tol Jakarta-Jawa Tengah secara langsung memengaruhi arus lalu lintas di jalur pantura. Dari Jawa Tengah, seluruh kendaraan akan diarahkan menggunakan jalur pantura. Tetapi dampak ini tak berlangsung 24 jam karena ada jadwal-jadwal pemberlakuannya.

Pada Jl Dr Wahidin dan Jl Dr Cipto MK dimungkinkan menjadi satu arah untuk menghindari pertemuan kendaraan di persimpangan. Sedangkan rambu u-turn akan dibuka dan ditutup secara situasional.  “Yang sudah pasti rekayasa di Jl Tuparev. Di situ nanti semua kendaraan tidak langsung ke Kedawung tetapi berputar dulu lewat Jl Brigjen Dharsono,” jelasnya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon Atang Hasan Dahlan mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan peralatan yang digunakan untuk membantu kelancaran arus mudik. Seperti rambu portable, traffic cone hingga water barrier road.

Dishub setidaknya akan menempatkan rambu petunjuk pendahulu jurusan (RPPJ) di 10 titik persimpangan. “Semuanya sudah dipersiapkan. Termasuk di persimpangan kedawung yang RPPJ-nya kurang besar kita pasang,” jelas Atang.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Cirebon Kota untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan di sejumlah titik. Di beberapa persimpangan juga akan dilakukan pengaturan penambahan waktu untuk lampu hijau. Seperti di persimpangan Pemuda, simpang Sunyaragi, simpang Kanggraksan, simpang Terminal Harjamukti, simpang Perumnas, simpang tiga Sudirman-Angkasa, simpang Cemara dan simpang empat BAT.

“Kita menunggu intruksi dari satlantas. Kalau misalnya perlu penambahan beberapa detik di simpang pemuda misalnya, kita siap. Tinggal nge-klik aja di kantor. Jadi semuanya terkoordinir dari kepolisian,” lanjutnya kepada Radar Cirebon.

Selain itu, pihaknya juga akan menyiagakan petugas sejumlah 80-100 orang. Termasuk di Posko Mudik Dishub Terminal Harjamukti. Ada juga petugas pencacahan lalu lintas, petugas jaga pos pam hingga pengawas LLAJ. Di Kota Cirebon, menurut Atang, terdapat ruas ruas jalan yang akan dilalui pada masa arus mudik.

Terdapat dua jalur yaitu jalur utara dan jalur selatan. Jalur Utara yang meliputi Jl Diponegoro-Jl Kapten Samadikun-Jl Sisingamangaraja-Jl Kesunean-Jl Kalijaga kemudian Losari- Brebes. Sementara untuk jalur selatan mulai dari by pass Brigjen Dharsono-Jl Ahmad Yani-Jl Kalijaga- Losari-Brebes. (awr/myg)

Berita Terkait