Korupsi, Kejari Sumber Tahan Teman Dekat Mantan Anggota DPRD

Tersangka Korupsi
Personel Kejari menahan tersangka korupsi pengadaan eskavator, Senin (14/10. (Foto: R Dedi Haryadi/Radar Cirebon)

CIREBON-SM (35), warga Astanajapura, Kabupaten Cirebon resmi ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

Pria yang dekat dengan seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Cirebon ini disangkakan melakukan tindakan pidana korupsi bantuan pengadaan excavator mini untuk kelompok tani ke Kementerian Pertanian yang kemudian di kelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Irwanganda melalui Kasi Intel Aditya Rakatama mengatakan, tersangka yang mengaku dekat dengan mantan anggota DPRD Kabupaten Cirebon, mengajukan bantuan pengadaan excavator mini untuk kelompok tani ke Kementerian Pertanian yang kemudian di kelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.
yang merupakan orang dekat mantan anggota DPRD Kabupaten Cirebon, ditahan pihak Kejasaan Negeri Kabupaten Cirebon.

Penahanan 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas 1 Pelabuhan, lantaran SM menyalah gunakan kewenangan dengan menyewakan dan juga menjual excavator mini yang seharusnya diperuntukan untuk kelompok tani di Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon pada tahun 2017 lalu.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Irwanganda melalui Kasi Intel Aditya Rakatama mengatakan tersangka yang mengaku dekat dengan mantan anggota DPRD Kabupaten Cirebon, mengajukan bantuan pengadaan excavator mini untuk kelompok tani ke Kementerian Pertanian yang kemudian di kelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon.

“Awalnya tersangka SM mengajukan excavator mini untuk kelompok tani, tapi bukannya untuk keperluan kelompok tani, malah disalahgunakan dengan cara disewakan dan dijual ke pihak lain dengan hasil untuk keperluan pribadi dan merugikan negars sebesar Rp290 juta. Aksinya, dilakukan sejak Desember 2017 sampai 2018,” katanya.

Ditambahkan Aditya Rakatama, tersangka SM diancam Pasal 2 dan 3 UU tindak pidana korupsi no 31 tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU no 20 tahun 2001 dengan kerugian negara Rp290 juta, dengan hukuman empat tahun penjara.

“Tersangka SM dilakukan penahanan 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas 1 Pelabuhan Cirebon. Tidak menutup kemungkinan, ada pihak lain yang ikut menikmati hasil korupsi SM, dan kami masih menyelidiki lebih lanjut,”imbuhnya. (rdh)

Berita Terkait