Korban Jambret Memposting di FB, Siapkan Imbalan Rp1 Juta

Salah satu korban memosting peristiwa penjambretan, bahkan akan memberikan imbalan jika tasnya yang dibawa kabur pelaku bisa dikembalikan.FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Masyarakat kini resah dengan penjambretan yang terjadi di jalan Lemahduwur, Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Dalam beberapa bulan saja, sudah empat kali terjadi penjambretan. Tiga di antaranya, pelaku berhasil merampas tas korbannya dan satu korbannya selamat mendapat pertolongan sekuriti pabrik di sekitar lokasi itu.

Ungkapan kekesalan beberapa korban diposting di media sosial (medsos) dengan harapan warga lebih hati-hati dan aparat lebih sigap. Salah satunya Awaludin (33) yang memposting di grup Facebook (FB) Wong Arjawinangun, Tujuannya, agar yang membaca postingannya waspada saat melintas di jalan tersebut.

Kepada Radar Cirebon, dia juga menceritakan kisah dari korban lainnya selain istrinya. “Bulan lalu tetangga saya kena, kejadian habis Magrib. Kehilangan uang senilai Rp4 juta dan emas. Dan ada lagi, Mumun pernah terjadi. Tapi, siang hari. Ada juga korban lainnya yang pakai motor N-max, tapi dia tidak kena karena aksi pelaku keburu dilempar batu oleh sekuriti. Jadi selamat. Rata-rata korbannya perempuan yang diincar oleh pelaku,” kata Awaludin.

Tidak hanya Awaludin. Salah satu akun milik Mumun Formosa Mumun juga memposting pengalaman pahitnya yang terjadi di jalan Lemahduwur. Dalam postingannya dia kecewa karena tak ada yang datang membantunya saat mengalami musibah penjambretan pada Rabu lalu (4/9). Padahal, kata dia, saat kejadian tak jauh dari lokasi tersebut ada perlombaan burung.

Sayangnya, tidak ada yang menolong meskipun Mumun berteriak jambret. Sebagai bentuk kekesalan, Mumun memposting dan mengatakan akan memberikan imbalan bagi siapa saja yang menemukan tasnya. “Barang kali ada informasi tentang jambret itu, aku kasi imbalan cash 1 juta. Syaratnya barang milik aku balik utuh,” tulis Mumun.

Terpisah, Kapolsek Arjawinangun Kompol Sukhemi mengatakan pihaknya sampai dengan saat ini tidak pernah menerima laporan terjadinya penjambretan di jalan tersebut. Kalau pun ada, pihaknya menyarankan korban untuk melapor. “Tidak ada laporan. Anggota kita kalau patroli lewat situ aman. Kalau pun ada, korban diharapkan melapor ke kami,” pesan Sukhemi. (cep)

Berita Terkait