Konsultan Sebut Gedung Bank Cirebon Harus Dibongkar

BPR Bank Cirebon
Akses masuk Gedung BPR Bank Cirebon di Pasar Talang. Bangunan yang digunaka BPR Bank Cirebon sudah tidak layak huni dan perlu segera direnovasi. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Gedung Perumda BPR Bank Cirebon sudah tidak layak ditempati.Kesimpulan dari konsultan yang memeriksa konstruksi, gedung tersebut tidak layak untuk dikembangkan. Dengan kata lain, harus dirobohkan.

Konsultan Pemeriksa Gedung Perumda Bank Cirebon Enang Sunarja menjelaskan, pengecekan kondisi Gedung Perumda BPR Bank Cirebon dilakukan hari libur di tahun 2018. Hasil kesimpulan terhadap pengecekan gedung adalah tidak ada kelayakan untuk dikembangkan khususnya di gedung lantai 2 seluas 544,49 meter persegi. “Tes kekuatan struktur di lantai satu hasilnya nol semua,” katanya.

Diungkapkan dia, pemeriksaan dilakukan pada 19 titik gedung, meski yang dilaporkan hanya 10.  Ini dilakukan sekadar untuk memastikan hasil hammer test. Posisi lantai bawah dan lantai atas semua uji hammer yakni struktur balok dan plat beton. Kondisinya 70:30, artinya tidak layak untuk pengembangan gedung. Bgitu juga lantai di bawahnya. “Dari situ diambil kesimpulan kondisi geDung Perumda BPR Bank Cirebon tidak layak untuk pengembangan. Solusinya bongkar atau pemindahan,” ujarnya.

Pengecekan kondisi gedung dilakukan 18 Juni 2018. Awalnya konsultan diminta memeriksa karena manajemen BPR Bank Cirebon berniat mengembangkan gedung tersebut. Tapi setelah diperiksa, hasilnya gedung harus dibongkar. Tes tersebut menggandeng Laboratorium Teknik Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ). “Hasilnya sudah kita paparkan. Tidak layak dan harus dibongkar. Malahan kondisi lantainya mumbul (naik),” tuturnya.

Meski tidak ada sumber yang secara spesifik menyebutkan waktu pembangunan, namun menilik dari sejarah pendirian BPR Bank Pasar diperkirakan gedung tersebut dibangun tahun 1980-an. Atau usianya sudah 40 tahun di tahun ini. Gedung BPR Bank Cirebon dibangun di era Walikota Cirebon, Khumaedi Syafrudin atau sekitar tahun 1980-an. Bank Cirebon sendiri didirikan pada 3 Februari tahun 1970 melalui Perda Kota Cirebon tentang Perusahaan Daerah Bank Pasar dan Desa Kotamadya Daerah Tingkat II Cirebon.

BPR Bank Cirebon sebenarnya telah menyiapkan dana Rp9 miliar untuk membangun gedung baru yang lebih representatif. Rencananya gedung baru BPR Bank Cirebon akan menggunakan lahan yang sekarang dipakai kantor DPC Organda di Jl Sisingamangaraja. Gedung Pasar Talang rencananya akan dirobohkan dan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Drs H  Agus Mulyadi MSi membenarkan ada rencana pemindahan gedung operasional Bank Cirebon. “Iya benar, tapi itu masih  wacana,” kata Gus Mul.

Gus Mul juga mengonfirmasi info Pasar Talang akan dirobohkan dan dijadikan RTH. Pertimbangannya, di arae itu ke depan akan dikembangkan sebagai kawasan kota tua. Dan keberadaan RTH tersebut diharapkan dapat mendukung pariwisata kota tua. Lahan yang digunakan Kantor DPC Organda dinilai strategis. Luasnya mencapai 2 ribu meter persegi. Sangat cocok bila dipakai membangun kantor perbankan. Sedangkan Organda bisa dicarikan lahan pengganti di tempat lain. (abd)

Berita Terkait