Kondisi Azril Sangat Lemah, Tidak Memungkinkan untuk Tindakan Operasi

Azril-Saputra
Pasien hidrosefalus Azril Saputra (16) asal Desa/Kecamatan Subang, sudah enam hari menjalani perawatan di RSUD '45 Kuningan. Saat ini kondisinya semakin lemah, sehingga tim medis belum melakukan tindakan operasi. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Pasien hidrosefalus Azril Saputra (16) asal Desa/Kecamatan Subang, sudah enam hari menjalani perawatan di RSUD ’45 Kuningan. Namun hingga saat ini kondisi Azril masih sangat lemah sehingga tim medis belum melakukan tindakan operasi melainkan untuk sementara hanya memberikan penanganan darurat pemberian infus.

Plt Direktur RSUD ’45 Kuningan dr Deki, kondisi Azril masih sangat lemah sama seperti saat pertama kali dibawa ke rumah sakit. Saat ini dokter yang menanganinya sedang berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki keadaan umum pasien tersebut.

“Saat ini pasien Azril mendapat penanganan oleh dokter spesialis syaraf, dr Haryo, tengah fokus melakukan terapi untuk memperbaiki kondisi keadaan umum pasien. Untuk langkah selanjutnya, beliau akan terus melihat kondisinya dulu, apakah perlu dilakukan tindakan operasi dan lainnya,” ungkap Deki kepada Radar, kemarin.

Yang menjadi pertimbangan lain, kata Deki, adalah usia Azril yang kini sudah 16 tahun dan boleh dikatakan memasuki usia remaja. Sehingga untuk melakukan tindakan operasi memerlukan perhitungan dan pertimbangan yang sangat matang mengingat pada usia tersebut hampir dipastikan jaringan otak dan syaraf pun sudah tidak lagi berkembang.

“Oleh karena itu, untuk penanganan selanjutnya kita harus melakukan perhitungan yang matang dan evaluasi lagi. Apakah tindakan operasi masih memungkinkan atau tidak. Kalaupun memang harus dilakukan tindakan operasi, apakah bisa dilakukan di RSUD ’45 atau harus dirujuk ke RS Gunung Jati Cirebon atau ke Bandung, kita melihat fasilitas dan tenaga medis yang ada,” papar Deki.

Deki pun menyayangkan, penyakit hidrosefalus yang diderita Azril tidak mendapat penanganan intensif sejak awal hingga kondisinya seperti sekarang. Dia mengaku tidak mengetahui apakah pasien Azril tersebut sebelumnya pernah mendapat penanganan di RSUD ’45 Kuningan atau tidak, sampai kondisi kepalanya semakin besar akibat penumpukan cairan sampai di usianya yang kini beranjak remaja.

“Dari informasi yang kami dapat dari neneknya, pasien Azril sempat dioperasi di RSHS Bandung pada saat masih berusia 6 bulan, ada juga informasi saat usia 8 bulan. Yang jelas, setelah penanganan operasi tersebut Azril tidak pernah menjalani pengobatan ataupun tindakan medis lain, karena alasan kondisi ekonomi keluarganya yang kurang,” ujarnya.

Atas kondisi ini, kata Deki, pihaknya sudah memberi tahu pihak keluarga tentang kondisi Azril yang semakin hari semakin menurun. Kalaupun dalam beberapa hari ke depan ternyata ada perubahan positif kondisi Azril membaik, menurutnya itu adalah sebuah mujizat dari Allah SWT.

“Kami terus berupaya melakukan yang terbaik untuk kesembuhan pasien Azril. Kami sudah memberitahukan kepada pihak keluarga terutama neneknya tentang kondisi Azril sekarang dan juga kemungkinan terburuknya, namun kita tetap berupaya semaksimal mungkin sambil terus memohon dan meminta kepada Allah SWT untuk memberikan yang terbaik untuk Azril,” ungkap Deki.

Sementara itu di ruang Bougenville nomor 4 tempat Azril menjalani perawatan, terlihat Azril dengan kondisi kepala sangat besar seperti sedang tertidur pulas sama seperti saat Radar berkunjung ke rumahnya di Desa Subang sepekan lalu. Sementara sang nenek Painah (60) dengan setia duduk di samping ranjang menunggu sang cucu yang diurusnya sejak masih bayi.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu Azril bisa berobat, juga kepada Pak Dokter dan suster yang sudah merawat Azril. Saya sudah diberi tahu kondisi Azril, dan saya hanya bisa pasrah kepada Allah SWT apapun yang terjadi yakin itu yang terbaik untuk Azril,” ujar Nenek Painah mencoba tegar.

Painah mengaku selama enam hari cucunya dirawat di RSUD ’45 Kuningan, telah dikunjungi banyak pihak diantaranya Ketua Tim Penggerak PKK Ika Acep Purnama dan berbagai komunitas sosial. Mereka datang tidak hanya untuk memberikan dukungan moril untuk kesembuhan Azril, namun juga materil untuk keperluan sehari-hari Painah selama menunggu Azril di rumah sakit. (fik)

Berita Terkait